Mantan Pj Kasi Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, JPU Banding

Terpidana Suriansyah menyalami Majelis Hakim usai pembacaan vonis. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur, yang dipimpin Joni Kondolele SH MM dengan Hakim Anggota Poster Sitorus SH MH dan Fery Haryanta SH menjatuhkan vonis penjara 1 tahu 6 bulan terhadap Suriansyah Bin Bahransyah, Kamis (30/11/2017) malam.

Selain dihukum pidana penjara, mantan Pj Kasi Teknik Sarana dan Prasarana Angkutan Sungai dan Penyerbarangan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulungan, di Kantor Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor, sejak tanggal 31 Juli 2013 hingga Juni 2014 ini juga masih dibebani membayar uang denda Rp50 Juta subsidair 1 bulan kurungan.

Berikutnya terpidana juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp282.270.610,- . Paling lama dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, jika terdakwa tidak bisa membayar uang pengganti tersebut, maka harta bendanya disita Jaksa untuk dilelang. Dalam hal hartanya tidak cukup, maka dipenjara selama 3 bulan.

Dalam pembacaan amar putusannya, Majelis Hakim menilai dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deni Pardiana SH, dari Kejaksaan Negeri Bulungan dalam perkara Nomor 39/Pid.Sus-TPK/2017/PN Smr tidak terbukti. Namun yang terbukti adalah dakwaan subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU selama 4 tahun 6 bulan penjara denda Rp200 Juta subsidair 6 bulan kurangan. Berikutnya, membayar Uang Pengganti sebesar Rp282.270.610,- subsidair pidana penjara 2 tahun dan 6 bulan yang dibacakan, Rabu (1/11/2017).

Berita terkait : Mantan Pj Kasi Teknik Dinas Perhubungan Bulungan Dituntut 4 Tahun 6 Bulan

Suriansyah dihadapkan ke Meja Hijau dengan dakwan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara tidak menyetorkan semua hasil pungutan jasa tambat dan bongkar muat ke kas daerah, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi.

Atas putusan ini, JPU menyatakan Banding.

“Banding yang mulia,” sebut Deni saat ditanya Ketua Majelis Hakim apakah terima, pikir-pikir, atau Banding.

Sedangkan terdakwa melalui Fransisco SH MH, Penasehat Hukumnya, menyatakan pikir-pikir. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password