Johan Marpaung : Wujudkan Keluarga Sakinah Berawal dari Pernikahan Legal

Pembinaan Penghulu dalam rangka peningkatan pelayanan nikah di lingkungan Kantor Kemenag PPU. (foto:hms)

DETAKKaltim.Com, PENAJAM : H Maslekhan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengatakan, kewajiban penghulu adalah hadir dan mencatat proses pernikahan. Yang wajib menikahkan kedua mempelai adalah orang tua atau wali dari mempelai perempuan, kecuali si orang tua bingung karena pernikahan itu adalah yang sangat sakral sifatnya, maka terkadang si orang tua berwakil kepada petugas pencatat nikah. Kalau sudah berwakil maka penghulu pencatat nikah tidak boleh menolak.

Demikian yang disampaikannya saat membuka Pembinaan Penghulu dalam rangka peningkatan pelayanan nikah di lingkungan Kantor Kemenag PPU, Selasa (28/11/2017).

“Kementerian Agama mempunyai visi dan misi yaitu Kemenag memahami nilai-nilai agama, misalnya dalam soal pernikahan, maka penghulu mempunyai peranan yang sangat penting di tengah masyarakat dan penghulu di mata masyarakat adalah tokoh yang dituakan, semua acara keluarga baru akan dimulai jika penghulu sudah datang, ini semua merupakan darma bhakti penghulu, oleh karena itu terhadap para penghulu maka pemerintah memberikan tunjangan alakadarnya sesuai kemampuan yang ada, karena penghulu sudah mengabdikan diri di masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai keikhlasan,” ungkap Maslekhan.

Ia meminta kepada seluruh Kepala Kantor Agama dari 4 Kecamatan di PPU agar memberikan bimbingan kepada semua penghulu di wilayahnya masing-masing, di seluruh Kecamatan telah terbentuk penyuluh agama di lapangan, maka para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) diminta untuk menjalin kerja sama dengan para penyuluh agama dalam hal persoalan keagamaan namun bukan soal perkawinan.

Kasi Kepenghuluan, Kanwil Kemenag Kaltim Johan Marpaung selaku narasumber menambahkan, pesan yang ingin disampakan kepada para peserta pembinaan Penghulu dalam rangka peningkatan pelayanan pernikahan di lingkungan Kemenag Kabupaten PPU, mengusung topik bagaimana Islam dapat bersatu, ini yang paling kuat dan lagi trend, bagaimana umat Islam itu besar, namun ini terkesan mudah diucapkan. Memang ada unsur-unsur lain supaya bisa bersatu, tidak serta merta harus ada keberpihakan, jika keberpihakan tersebut tidak dilakukan maka itu hanya akan menjadi semboyan belaka.

“Di Al Quran banyak perintah dan anjuran kepada kita, bagaimana umat Islam ini bisa bersatu, oleh karena itu komunitas Penghulu yang kecil ini harus memulai bagaimana setiap orang bisa berperan, sering kita menganggap bahwa peran kita ini terlalu kecil, maka sesungguhnya peran itu sangat besar pengaruhnya. Oleh karena itu mari kita samakan persepsi kita terhadap tujuan yang besar yakni bukan hanya sekedar pernikahan, bukan hanya nikah kemudian selesai. Tujuan kita yang paling besar adalah bagaimana menciptakan generasi-generasi akan datang, bagaimana kita membentuk keluarga sakinah mawaddah  dan warahmah,” terang Marpaung.

Ini menurutnya tidak mudah kerena harus berawal dari pernikahan yang legal, jadi kalau mau menjadikan keluarga yang sakinah mawaddah, warahmah itu harus dilandasi dengan pernikahan yang sah, pernikahan yang benar yang sesuai dengan peraturan berlaku dan sesuai dengan syariat Islam, sesuai dengan rukun-rukun dan syarat-syarat yang ditetapkan, dan juga sesuai dengan peraturan yang diatur oleh pemerintah, tidak perlu didiskusikan lagi seperti apa dan bagaimana yang diinginkan masyarakat.

“Saya memberi ilustrasi ada Yayasan Kesehatan Perempuan di tahun 2014 menggugat tentang Undang-Undang perkawinan, yang mana batas usia perniakanh itu supaya ditingkatkan dari usia yang telah ditetapkan Undang-Undang, karena alasannya perkawinan usia dini bisa membahayakan kesehatan perempuan dan akan menambah angka perceraian, oleh kerena itu perkawinan yang direkomendasi adalah yang berlandaskan Undang-Undang Nomor 1, Tahun 1974, antara lain menyebutkan Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa,” ujarnya. (iskandar/LVL)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password