Turun, APBD 2018 Kabupaten PPU Disahkan

Drs.H.Mustaqim MZ dan H.Nanang Ali selaku Ketua DPRD PPU mengesahkan APBD 2018. (foto:hms)

DETAKaltim.Com, PENAJAM : Mustaqim MZ, Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menghadiri  sidang  paripurna DPRD dalam rangka pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun  Anggaran  2018, sekaligus penyampaian laporan Badan Anggaran DPRD Kabupaten PPU terhadap rancangan Peraturan Ddaerah tentang APBD Tahun  Anggaran  2018, Selasa (28/11/2017).

“Pada prinsipnya fraksi-fraksi DPRD secara umum telah menyetujui rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2018 dimaksud untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,  tentang  APBD Tahun Anggaran 2018 dengan beberapa penekanan yang perlu mendapat perhatian,” sebut Mustaqim.

Setelah ditanda tangani berita acara persetujuan bersama Kepala Daerah dan DPRD Kabupaten PPU terhadap rancangan Peraturan Daerah tentang  APBD Tahun Anggaran 2018,  selanjutnya sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13, bahwa rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan rancangan Peraturan Bupati tentang penjabaran APBD yang telah disetujui bersama DPRD sebelum ditetapkan, akan disampaikan kepada Gubernur untuk dievaluasi.

“Dari hasil evaluasi Pemerintah Provinsi, pada saatnya akan dijadikan acuan dalam penyempurnaan Raperda dimaksud oleh Kepala Daerah bersama dengan Badan  Anggaran DPRD Kabupaten PPU. Hasil penyempurnaan tersebut, akan ditetapkan oleh Pimpinan DPRD dan akan dijadikan dasar penetapan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2018 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 poin 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006,” terangnya.

Dalam penyampaian laporan ini Mustaqim mengatakan bahwa target pendapatan pada  APBD Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp1,102 Trilyun berkurang sebesar Rp119 Milyar lebih atau sebesar 10,80  %  dari  APBD  Tahun 2017 sebesar Rp 1,222  Trilyun lebih , yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar RP125,700 Milyar lebih, tidak mengalami kenaikan dan penurunan dari  Pendapatan Tahun 2017, yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah.

Kemudian dana perimbangan direncanakan sebesar Rp861,268 Milyar lebih, berkurang  sebesar Rp2,6 Milyar lebih atau sebesar 0,31 % dari APBD Tahun 2017 sebesar Rp863,915 Milyard lebih.

 “Lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp115 Milyar lebih, bertambah sebesar Rp23,178 Milyar lebih atau 20 % dari APBD Tahun 2017 sebesar Rp92 Milyar lebih yang berasal dari bagi hasil pajak provinsi, dana penyesuaian dan bantuan keuangan dari provinsi,” tambahnya.

 Sementara itu belanja secara keseluruhan direncanakan pada APBD Tahun Anggaran 2018 adalah Rp1,439 Trilyun lebih, atau berkurang sebesar Rp178, 883 Milyar lebih atau 12,29 % dari APBD Tahun 2017 sebesar Rp1,616 Trilyun lebih terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp549,312 Milyar lebih berkurang sebesar Rp29,519 Milyar lebih atau 5,37 % dari APBD Tahun 2017 sebesar Rp519,792 Milyar lebih, yang terdiri dari belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa, Pemerintah Provinsi dan belanja tidak terduga.

 Belanja Langsung sebesar Rp890,302 Milyar lebih atau berkurang sebesar Rp206,403 Milyar lebih lebih atau 23,18 % dari APBD Tahun 2017 sebesar Rp1,096 Trilyun lebih,  yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal.

Pembiayaan Daerah dalam APBD Tahun 2018 direncanakan sebesar Rp336,781 Milyar lebih, mengalami penurunan sebesar Rp57,712 Milyar lebih, atau 17,14 % dari pembiayaan tahun anggaran 2017  sebesar  Rp394,493 Milyar lebih.

Penerimaan pembiayaan sebesar Rp369,400 Milyar lebih yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (Silpa) sebesar Rp21,233 Milyar lebih dan penerimaan Pinjaman Daerah sebesar Rp348.167 Milyar lebih.

Pengeluaran pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp32,619 Milyar lebih untuk Penyertaan Modal Pemerintah Daerah sebesar Rp4 Milyar dan pembayaran bunga pokok pinjaman sebesar  Rp28.619 Milyar lebih. (Humas6/LVL)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password