JPU Tuntut Abun Pidana Penjara 10 Tahun, Elly 6 Tahun

Sidang pembacaan tuntutan terhadap Abun dan Elly juga dihadiri JPU Agus Supriyanto,SH meski tidak turut membacakan tuntutan. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sidang pembacaan tuntutan atas Heri Susanto alias Abun dan Noer Asriansyah alias Elly di Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya digelar, Rabu (29/11/2017) malam.

Dalam tuntutannya, di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Joko Sutrisno SH MH dengan Hakim Anggota Burhanuddin SH MH dan Hendry Dunant Manuhua SH, JPU Kamin SH MH dan Reza Pahlepi SH silih berganti membacakan berkas tuntutannya.

Terhadap terdakwa Abun, JPU menuntutnya dengan pidana penjara selama  10 tahun dikurangi seluruhnya selama masa dalam tahanan dan denda Rp2 Miliar subsidair 6 bulan kurungan. Barang bukti berupa uang senilai Rp8.260.000 hasil retribusi pas kendaraan yang dipungut Koperasi PDIB dirampas untuk negara.

Menurut JPU, sebagaimana hasil pemeriksaan yang terungkap dalam persidangan dan keterangan saksi-saksi terdakwa dan barang bukti, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP, juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan Penuntut Umum.

Sedangkan untuk Elly, JPU menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, Pertama, menyatakan terdakwa Noer Asriansyah alias Elly telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur diancam pidana dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP, juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Noer Asriansyah alias Elly dengan pidana penjara selama 6 tahun, dikurangi seluruhnya dengan masa penahanan sementara yang telah dijalani dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” sebut Kamin dalam tuntutannya.

‌Atas tuntutan tersebut, Amos Hendry Zainaldy SH, Penasehat Hukum (PH) terdakwa meminta waktu 1 minggu untuk menyampaikan Pledoi. Ketua Majelis sempat menawarkan hari Senin (4/12/2017), namun setelah terjadi tawar menawar dengan Majelis Hakim, akhirnya diputuskan Pledoi akan disampaikan Selasa (5/12/2017).

Sebelum menutup sidang, Ketua Majelis Hakim juga menyampaikan bahwa terdakwa berhak menyampaikan Pledoinya secara pribadi.

Berita terkait : Empat Kali Ditunda, PH Abun Minta JPU Diberikan Sanksi

“Walaupun Penasehat Hukum mengajukan pembelaan, tapi terdakwa juga diberikan kesempatan menyampaikan pembelaannya secara pribadi,” tandas Joko.

Sidang yang mendapat perhatian media massa ini, sebelumnya sempat tertunda hingga 4 kali dengan alasan berkas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih disiapkan. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password