Kasus Dugaan Pungli Komura, Terdakwa Jelaskan Soal Dana Rp6,1 Miliar

H.Jafar dan H.Dwi memberikan kesaksian dalam persidangan. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur, yang dipimpin Joni Kondolele SH MM dengan Hakim Anggota R Yoes Hartyarso SH MH dan Edi Toto Purba SH MH, kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana pemerasan dan pencucian uang yang dilakukan Jafar Abdul Gaffar, Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) dan Dwi Hari Winarno Sekretaris Komura Samarinda, Kamis (23/11/2017) sore.

Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi meringankan dari pihak terdakwa yang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Ketua Majelis Hakim menanyakan berbagai hal terhadap terdakwa, di antaranya terkait uang Rp6,1 Miliar yang disita Polisi dari kantor Komura. Jafar menjelaskan bahwa uang tersebut diambil dari bank untuk rencana kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan beberapa pembayaran lainnya.

Ditambahkan Dwi, uang itu juga untuk pembayaran gaji buruh selama hari 3 hari, Sabtu, Minggu dan Senin.

Majelis Hakim kemudian menanyakan bersamaankah antara penarikan uang dari bank dengan terjadinya OTT (Operasi Tangkap Tangan).

“Bersamaan,” jawab Dwi singkat.

“Adanya uang di brangkas itu karena ditarik dari bank?” tanya Joni

“Pastinya, iya,” jawab Dwi.

Ketua Majelis kemudian mempertanyakan, kenapa begitu besar jumlahnya. Dijawab untuk pembayaran gaji selama tiga hari.

“Untuk berapa lama? Koq bisa (Rp) 6,1 M?” tanya Joni lagi.

“Untuk satu hari bisa (Rp) 1,2 M,” jawab Dwi.

“Persiapan tiga hari,” kata Jafar menimpali.

Ketua Majelis juga mempertanyakan aset-aset Komura yang disita apara Kepolisian. Termasuk adakah aset pribadi yang sita.

“Saya satu komputer,” jawab Jafar.

“Berapa harganya,” tanya Joni.

Pengunjung sempat tertawa saat Jafar menjawab bukan soal harganya.

Berita terkait : Sidang Kasus Komura, JPU Hadirkan Saksi dari PT PSP

“Ya, namanya disita,” jawab Jafar sambil tertawa kecil diikuti puluhan pengunjung yang memenuhi ruang sidang. Ketua Majelispun sempat tersenyum.

Setelah ditanyakan beberapa kali, akhirnya Jafar mengatakan harganya sekitar Rp10 Juta.

Sedangkan Dwi menyampaikan aset pribadinya yang disita ada Rumah dan Mobil.

Sejumlah pertanyaan masih dikemukakan Majelis Hakim, namun sidang dihentikan sementara karena waktu shalat Magrib masuk. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password