Revitalisasi Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Perangi Kejahatan Narkoba

Penyuluhan bahaya Narkoba di kalangan siswa. (foto:1st)

Oleh : Nurul Azharina, SKM (Staff Seksi Pasca Rehabilitasi BNNP Kaltim)

PENYALAHGUNAAN Narkoba telah menyebabkan 190 ribu orang di dunia mati sia-sia. Selain itu Narkotika juga diketahui memicu kejahatan lainnya, seperti pencurian, pemerkosaan bahkan pembunuhan. Sementara itu perdagangan dan peredaran gelap Narkotika disinyalir mejadi salah satu sumber pendapatan untuk mendukung tindakan terorisme.

Nurul Azharina

Situasi ini terus menjadi masalah global yang sangat mendesak untuk diatasi. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menyatakan Negara dalam kondisi darurat Narkoba. Bukan sebatas slogan, tapi realitanya saat ini Indonesia sudah menjadi pasar potensial bagi para bandar Narkotika. Di mana penyalahgunaan zat-zat terlarang ini terus meningkat setiap tahunnya, dengan tak lagi membedakan status ekonomi, pendidikan, usia dan profesi. Termasuk di dalamnya korban dari kalangan mahasiswa sebagai kaum intelektual yang menjadi harapan penerus perjalanan bangsa ini.

Realitas di lapangan, mahasiswa adalah kaum muda yang secara psikologis masih mudah terhasut oleh teman dan lingkungannya. Ditambah dengan kadar keingintahuan yang sangat tinggi dan cenderung mencoba hal-hal baru, kerap dimanfaatkan sebagai target dalam peredaran narkoba. apakah itu dimanfaatkan sebagai target pasar atau malah dimobilisasi sebagai perpanjangan tangan Bandar yang menjanjikan keuntungan secara finansial.

Menyikapi hal ini, tentu saja filter diri memegang peran kunci, untuk menangkal masuknya pengaruh buruk lingkungan. Menanamkan keyakinan bahwa Narkoba adalah bentuk kesia-siaan dan merupakan salah satu jalan menuju kesengsaraan.

Sebagai golongan yang menyandang status intelektual muda dan pemegang arus perubahan, kelompok ini memiliki tanggung jawab dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kata lain, mahasiswa dituntut lebih berperan nyata terhadap perubahan atau paling tidak menjadi pendorong dalam menuju perubahan yang lebih baik. Salah satu bentuk nyata ini adalah berperan dalam mewujudkan kampus bebas dari Narkoba.

Adapun peran mahasiswa dalam memerangi Narkoba dapat dituangkan berdasarkan fungsi sesuai tri dharma perguruan tinggi, yakni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Langkah awal di bidang pendidikan, mahasiswa belajar mengenai seluk beluk Narkoba, pemanfaatannya, penyalahgunaannya dan dampak buruk. Kemudian bisa melalui cara studi lapangan ke BNN sebagai bentuk pembelajaran. Selanjutnya membentuk forum-forum yang rutin melakukan kajian dan sosilaisasi tentang penyalahgunaan Narkoba.

Dari segi riset, sebagai kaum intelektual, mahasiswa bisa melakukan penelitian terkait sesuai dengan disiplin ilmunya. Contoh, mereka yang mempelajarai bidang eksakta seperti biologi, kimia dan biokimia melakukan penelitian tentang pemanfaatan tumbuhan untuk mengatasi ketergantungan seorang pecandu. Atau yang memiliki disiplin ilmu sosial dapat melakukan kajian karakteristik alasan seseorang menggunakan Narkoba.

Sementara untuk menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa bisa terjun langsung dalam memberikan edukasi mengenai hal ini. Berperan mednukung pemerintah dengan melakukan kampanye bebas Narkoba di lingkungan masing-masing. Hal ini bisa dilakuka secara langsung atau menggunakan media teknlogi sebagai alat untuk mengedukasi masyarakat secara luas. (*/rz)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password