Kapolda : Jangan Warisi Abu Sumpah Pemuda

Irjen Pol Safaruddin, Kapolda Kaltim. (foto:1st)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Irjen Pol Safaruddin, Kapolda Kaltim, mengajak kepada pemuda untuk selalu bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia terdahulu yang telah melahirkan Sumpah Pemuda.

Hal itu ia sampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 yang dihelat di lapangan apel Polda Kaltim, Senin (30/10/2017) pagi.

“Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka sehingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsa Indonesia,” ujar mantan Wakabaintelkam Mabes Polri ini.

Kepada jajarannya, pria asal Sulawesi Selatan yang menyatakan diri akan maju dalam Pilkada Kaltim 2018 ini mengingatkan perkataan dari presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno.

“Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Kalau sekedar mewarisi abu, sambungnya, kita semua hanya akan puas dengan Indonesia sekarang yang sudah satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air.

“Tapi ini bukan tujuan akhir,” ujarnya.

Pesan Bung Karno, lanjut Kapolda, sangat mendalam bagi generasi muda Indonesia saat ini. Bahwa api Sumpah Pemuda harus kembali dinyalakan.

“Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga diajak untuk berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita. Sebab, ego tersebut kadang kala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama  anak bangsa,” sambung perwira tinggi berpangkat bintang dua ini.

Ia juga mengatakan jika persatuan Indonesia adalah segalanya di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan.

Juli 2017, Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.  Melalui Perpres tersebut, lanjut Safaruddin, peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia harus terus digelorakan.

“Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, kita bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928, saatnya kita berani bersatu untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia,” pungkasnya. (rsk)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password