Kilas Balik Perjuangan Bangsa, Peringatan Hari Santri di PPU

Santri dan Pelajar memenuhi Masjid Agung, PPU. (foto:hms)

DETAKKaltim.Com, PASER : Memperingati Hari Santri Nasional Ke-3 Tahun 2017 adalah untuk melengkapi ingatan kita kepada sejarah bangsa secara utuh bahwa santri memiliki andil demi tegaknya kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara (PPU) H Tohar  saat menyampakan sambutannya pada Peringatan Hari Santri di Masjid Agung PPU, Senin (23/10/2017).

“Kegiatan ini sekaligus untuk memahami esensi dari Peringatan Hari Santri Nasional. Saya ingin mencoba mengungkap kilas balik eksistensi para santri dengan konteksnya Peringatan Hari Besar Nsional 10 November diperingati setaiap tahun, adalah tidak terlepas dari gejolak para kaum santri terutama yang berada di Jawa Timur, sementara yang kita temui dalam sejarah samapai saat ini tokoh yang mengemuka kita mengenal hanya nama Bung Tomo,” jelas Tohar.

Akan tetapi, lanjut Tohar, sesungguhnya ada tokokh lain yang luar biasa heroiknya selain Bung Tomo siapa dia?. Namanya Harun, ialah santri Pondok Pesantren Tebu Ireng, ialah yang melakukan serangan sehingga menewaskan Brigadir Jendral Malabi, hingga supir dan ajudannya juga tewas bersama. Sedangkan Harun sendiri turut tewas dalam perjuangan tersebut, kemudian yang ke-2 adalah namanya kebetulan sama dengan Pendiri Nahdlatul Ulama yaitu Asyari, yang mana Asyarilah yang memanjat Bendera Belanda kemudian merobek bagian warna birunya sehingga bendera yang tadinya berwarna Merah Putih Biru, menjadi bendera berwarna Merah Putih.

“Apa kaitannya kita memperingati hari santri, kita tidak lagi berada di zaman pergolakan perjuangan kemerdekaan, kita sekarang sudah berada di negara yang sudah merdeka. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan bersama dengan seluruh komponen bangsa, mengisi kemerdekaan sesuai dengan proporsi kita masing-masing,” imbuhnya.

Yang dimasud proporsi masing-masing, sesuai dengan peran masing-masing. Ia mengajak para para pendidik untuk  menanamkan kepada seluruh anak didik, siapakan visi dan mental agar ilmu pengetahuan yang diberikan oleh para guru menjadi manfaat untuk mengisi kemerdekaan, berazas cinta pada tanah air kerena bangsa ini bukan berada dalam ruangan hampa, untuk itu harus tahu peran masing-masing dan harus berjuang dalam konteks kebangasaan, ini memerlukan kepedulian semua karena bangsa ini tengah dihadapkan kepada berbagai persoalan.

Oleh kerena itu ia berpesan, dengan ilmu pengetahuan yang diperolah agar dimanfaatkan untuk mengisi kemerdekaan yang merupakan amanah para pejuang, para pendahulu dan pendiri bangsa agar ke depan ciata-cita mereka menjadikan bangsa Darussalam ini bisa terwujud di bumi  Indonesia. Dan ini tidak terlepas dari peran pelajar dan santri semua, ini semua akan menjadi bahan renungan bagaimana waktu-waktu yang akan datang bisa mengikut sertakan, dalam perjuangan para santri yang memiliki ilmu sama dengan para pendahulu dan pendiri bangsa.

“Mari para santri dan pelajar semua baik santri yang memang secara khusus memondok di pondok-pondok pesantren dan santri yang kebetulan sedang melaksanakan pendidikan formal pada sekolah-sekolah tertentu, kita tidak mendikotomikan, tidak membeda-bedakan. Intinya adalah ciri khas santri yang tawaddhu adalah santri yang tidak menyombongkan diri, lebih-lebih kepada orang tua dan para guru. Sebagai santri dan pelajar yang berilmu jika ingin selamat dan menjadi kunci sukses, disebutkan dalam salah satu kitab agama adalah takliman wa takzhiman pada ibu, bapak dan guru. Siapa yang tidak taaat kepada orang tua dan para guru, boleh kalian pintar sepintar-pintarnya namun yakinlah bahwa ilmu yang didapat tidak akan berkah dan bermanfaat jika tidak taat pada mereka,” ucap Tohar.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten PPU H Maslekhan menambahkan, zikir bersama tujuannya dalah untuk mendoakan bangsa dan Negara Indonesia agar bangsa dan Negara ini dapat menjadi bangsa dan Negara yang ramah, menjadi bangsa yang taat kepada azas negaranya, negara memiliki bangsa yang mempererat kesatuan,

”Supaya negara kita menjadi Negara yang kuat persatuannya, kuat perekonomianya dan kuat segala-galanya sehingga Negara kita menjadi Negara yang disegani oleh Negara luar dan menjadi Negara yang punya nama dan Negara yang berwibawa serta Negara yang ditakuti di mata internasional,” ujarnya. (humas8/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password