Unity Pitstop, “Manjakan” Cowok Masa Kini Samarinda

Unity Pitstop : Farid, Shandy, Deny (berdiri kanan-kiri) dan Harlan duduk di atas motor kustom Biru Cerdi rancangan Deny. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Farid Rizal, manajer MCM Production menggelar jumpa Pers sebelum pagelaran Unity Pitstop; Ajang Kekinian untuk Para Laki-Laki di halaman parkir GOR Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/7/2017).

Kepada sejumlah awak media yang diundang di Dunamos Café, Farid menjelaskan Unity Pitstop  dirancang khusus buat para cowok masa kini dengan menghadirkan sejumlah kegiatan. Mulai dari riding, bazaar, hingga sajian musik dari Slank, Endank Soekamti, hingga Grup Band Kotak.

“Unity Pitstop mengumpulkan para cowok masa kini yang ada di Samarinda agar dapat bersenang-senang  dan juga dapat saling mengenal satu sama lainnya,” jelas Farid.

Menurut Farid, yang membedakan Unity Pitstop kali ini dengan yang pernah digelar tahun sebelumnya adalah adanya tenant-tenant Parjo (Pasar Jongkok Otomotif) yang jadi kegemaran cowok masa kini.

Disinggung mengenai kriteria cowok masa kini, Farid menjelaskan cowok masa kini adalah cowok yang lebih banyak hobby-nya dengan motor. Namun tidak hanya berhenti sampai di situ, akan tetapi mereka juga memperhatikan penampilannya.

“Lebih modis dan menyesuaikan penampilannya dengan motor yang dibawanya,” jelas Farid.

Dipilihnya Samarinda sebagai tempat kegiatan ini, jelas Farid, karena pertimbangan Kota Samarinda memiliki potensi lokal yang terbilang luar biasa bikers-nya. Hal ini bisa dilihat munculnya nama Deny  sebagai builder dari Death Piston Garage Samarinda yang sudah masuk di kancah nasional.

“Ini adalah bentuk apresiasi HM Sampoerna terhadap Samarinda,” jelas Farid.

Suharlan alias Harlan dari perwakilan Parjo mengatakan, Samarinda merupakan kota ketujuh yang dikunjunginya dan termasuk rangkaian dua yang terbesar setelah Pekanbaru. Sebelumnya ada kategori medium.

Khusus untuk Samarinda, sebut Harlan, Unity Pitstop membuat Unity Project dengan membuat sebuah motor kustom (baca : Kastem) yang digarap Deny bekerja sama dengan Magnethings, Distro asal Samarinda ditukangi Shandy yang membuat sebuah koleksi chloting dan aksesoris yang senada dengan sebuah motor kustom bernama Biru Cerdi.

Dalam penelusurannya, Harlan mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya kegiatan Unity Pitstop ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan di Samarinda.

“Mudah-mudahan otomotif dan life style sebesar ini yang pernah digarap di Kalimantan Timur adalah yang terbesar,” tandasnya.

Deny Dinata, builder Death Piston Garage sekaligus inisiator #CowoLebihTau Project mengungkapkan, mengenal dunia otomotif sejak kecil meski menggeluti aktivitas ini sejak tahun 2008 dan baru fokusnya pada tahun 2010 hingga sekarang.

Terkait masa depan motor kustom, Deny menilai semakin digemari dari tahun ke tahun. Beda dengan motor modifikasi yang memiliki titik jenuh.

Trend-nya motor kustom makin ke sini (dari tahun ke tahun-red) makin panas (naik-red),” jelasnya.

Deny bekerja tidak sendiri, ia mengaku dibantu timnya. Dan hasil karyanya sudah tersebar di mana-mana, bukan hanya terbatas di Kalimantan Timur namun juga sudah sampai di Pulau Jawa. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password