Peran Masyarakat Cegah Relapse Rehabilitasi Korban Pecandu

Sejumlah pelaku yang tertangkap BNNP Kaltim beberapa waktu lalu. (foto:Rom)

Oleh : Karlina Emelia, SKM (Staff Rehabilitasi BNNP Kaltim)

Narkotika terus menebar terornya di negeri ini. Diperkirakan 50 nyawa harus terbuang percuma setiap hari akibat zat terlarang ini. Indonesia laksana surga bagi para pelaku bisnis narkoba, di mana penyebarannya tak lagi terfokus di perkotaan, namun merambah ke seluruh pelosok negeri. Bahkan bisa dibilang, tak ada satu wilayah di Indonesia yang terbebas dari narkoba. Serta korbannya yang tak lagi tersekat gender, usia maupun profesi.

Karlina Emelia,SKM.

Tak mengherankan jika Indonesia disebut sebagai surga bagi para Bandar. Berdasarkan hasil survey di beberapa Negara, semua jenis narkoba yang ada beredar dan memiliki pasar di Nusantara. Bandingkan dengan Australia dan Rusia, di Negara ini terdata hanya 3 jenis narkoba yang diminati. Bahkan Kolombia yang dikenal luas sebagai Negara kartel, hanya ada 3 jenis narkoba yang beredar. Sedangkan di Indonesia, lem saja yang bukan narkotika bisa disalahgunakan.

Kondisi ini jelas membutuhkan penanganan yang tidak sederhana. Selain keseriusan dari pemerintah dan aparat terkait, masyarakat juga memegang peran penting untuk menghadapinya. Karena imbas dari penyalahgunaan zat berbahaya ini, tidak sekadar merugikan penggunanya saja, namun memiliki implikasi sosial. Seperti meningkatnya tindak kriminal hingga mengancam stabilitas keamanan negara.

Selain upaya pencegahan dan pemberantasan, rehabilitasi menjadi solusi yang paling efektif memerangi narkoba. sebagai bentuk pelayanan terpadu untuk membebaskan penyalahguna dan pecandu dari ketergantungan, rehabilitasi juga diharapkan mampu memulihkan fisik mental dan integrasi sosial mantan pengguna.

Namun segala bentuk metode rehabilitasi kerap tak efektif dan berpotensi relapse (kambuh) kembali. Hal ini disebabkan masih buruknya stigma di masyarakat tentang mantan pecandu. Sehingga mereka yang usai menjalani pemulihan, sulit diterima kembali di tengah masyarakat. Proses integrasi kembali ini merupakan hal yang kompleks dan membutuhkan waktu yang panjang. Di mana penerimaan masyarakat terutama keluarga mantan pecandu, memiliki peran besar untuk mencegah terjadinya relapse.

Yang harus ditanamkan di masyarakat saat ini adalah mengubah stigma buruk tentang penyalahguna narkoba. mereka ini layak disebut korban yang membutuhkan pertolongan. Masyarakat juga harus cerdas untuk membedakan mana mereka yang tergolong sebagai korban dan mana yang memang masuk definisi penjahat.

Banyak di antara kita, termasuk di dalamnya generasi muda, ibu rumah tangga, pekerja yang benar-benar hanya menjadi korban penyalahguna. Dalam diri mereka tidak ada niat untuk melakukan tindak kejahatan, tetapi terjebak dalam lingkaran tersebut. Sebagai korban, mereka sudah kehilangan masa lalu dan masa kininya, jangan sampai anggapan buruk ini membuat mereka juga harus kehilangan masa depannya. Jadi bantu dan tolonglah mereka yang sedang dalam proses pemulihan, untuk benar-benar lepas dari ketergantungannya dan pastikan mereka tidak kembali relapse. (*)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password