Jawab Keraguan Masyarakat, AFI Pastikan Jalan Tol Selesai Desember Akhir 2018

AFI saat di lokasi pembangunan Jalan Tol Samarinda - Balikapapan. (foto:hae)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak (AFI) melakukan kunjungan ke kawasan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Samarinda dengan Balikpapan dan Jembatan Mahakam 4, Senin (11/9/2017) siang.

Dari Samarinda kunjungan dilakukan mulai sekitar Pukul 14:30 Wita, dan berlangsung hingga malam hari di Balikpapan.

Saat sampai di Kompi Senapan C Yonif 611 Awang Long yang terkena dampak dari pembangunan proyek strategis. Gubernur Kaltim yang didampingi dinas terkait, dan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Irham Waroihan, serta Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto mengatakan, jangan ada keraguan seolah-olah pembangunan jembatan ini akan mangkrak, jembatan ini akan dibangun secara multi years.

“Semua pihak yang ikut rombongan mendukung proyek strategis ini, kami juga mohon ijin ke semua pihak, jangan ada keraguan. Lebih baik tanya langsung kepada Dinas Pekerjaan Umum, dan Gubernur. Sehingga pembangunan ini sukses, dan dampaknya akan dirasakan masyarakat,” kata AFI dengan semangat.

Pembangunan jembatan kembar yang melewati Kompi Senapan C, akan dilakukan pembongkaran pada 6 rumah Perwira, 1 pos jaga, dan 1 pos jaga kecil. Untuk ganti rugi semua pembongkaran tersebut tahun ini sudah ada kontrak melalui Cipta Karya, dengan total Rp26 Miliar. Rencana pematangan lahan seluas 5 hektar, pembangunan 6 Rumah Perwira, pembangunan kantor 2 unit, 2 pos jaga termasuk gapura, 2 lapangan Voli dan jalan serta drainase sepanjang 1.200 meter..

“Pada prinsipnya saya mendukung apa yang menjadi rencana pembangunan di Kaltim, apalagi ini sudah instruksi pimpinan. Adapun nanti administrasi yang butuh waktu, saya pikir ini sambil berjalan. Kalau untuk pembangunan yang terpenting perkantoran dan rumah, karena sebentar lagi anggota akan pulang tugas,” ucap Danrem 091/ASN.

Kemudian progres pembangunan, untuk pembebasan lahan per seksi, dijelaskan oleh Heri Susanto, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembebasan lahan Tol Samarinda-Balikapan.

Seksi 1 lahan bebas 99,99 %, Seksi 2 49,90 %, Seksi 3 97,17 %, Seksi 4 87,52 %, Seksi 5 78,82 %.

Untuk pembebasan lahan di Seksi 2 yang belum mencapai 50% karena adanya tanam tumbuh warga. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, Joko Setiono menjawab hal tersebut.

“Solusi akan hal ini sudah ada legal opinion dari Kejati Kaltim. Legal opinion mengatur tanam tumbuh yang akan dibayar, yang usianya sudah 10 tahun dari penetapan Area penggunaan Lain (APL) di Tahura,” ucap Joko Setiono.

Di seksi 2 ini yang terdata tanam tumbuh 16 Km, dari luas lahan sepanjang 25 Km. Heri Susanto mengatakan ada 164 Penggarap tanah.

“Dari 164 penggarap kami ajak mediasi minggu ini, untuk pembayaran ganti rugi,” kata Heri Susanto.

Pembangunan jalan tol tersebut terbagi menjadi 5 seksi dan terbagi menjadi 3 pendanaan. Untuk seksi 5 Rp890 Miliar untuk Loan China, APBD multi years Rp1,4 Triliun untuk seksi 1, dan dana investor Jasa Marga Rp6,7 Triliun untuk seksi, 2, 3, dan 4.

Dari progres keseluruhan hingga saat ini secara fisik mencapai 65%, Joko Setiono menyebutkan pendanaan yang sudah terealisasi Rp750 Miliar. Sesuai target Desember 2018 akan selesai secara keseluruhan.

“Mei 2018 Tol Samarinda-Balikpapan, dari kilometer 13 sampai Samboja sudah bisa beroperasi atau dilalui, namun belum sempurna,” kata Joko Setiono.

Dijelaskan Joko lebih lanjut, nantinya semua seksi pembangunan jalan tol akan diserahkan secara keseluruhan ke Jasa Marga selaku investor dan pengelola, termasuk pengatur jalan tol akan diserahkan ke Jasa Marga.

Berita terkait : Pembangunan Jalan Tol Samarinda-Balikpapan Terhalang Kebun Binatang

Mulai dari Samarinda di kantor Gubernur Kaltim, hingga tiba di Hotel Royal Suite Balikpapan pada malam hari. Awang Faroek Ishak selalu menegaskan, kunjungan ke kawasan pembangunan jalan tol hingga malam hari ditujukan kepada pihak yang ragu dengan komitmen Pemprov Kaltim, bahwa mampu menyelasaikan pembangunan proyek strategis pada akhir 2018.

“Saya pastikan akhir 2018 tol selesai, pegang kata-kata saya. Hari ini saya ajak wartawan biar menyaksikan langsung, dan boleh bertanya.Kenapa masih ada tanam tumbuh, bagaimana dengan lahan tambang yang masih ada terkena jalan tol, juga termaksud dengan lahan kebun binatang milik Abun,” pungkas AFI.¬†(hae)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password