Survei LKPI, Kepemimpinan Awang Faroek

Bandara Samarinda Baru yang diharapkan mampu mengangkat perekonomian Kaltim menanti penyelesaian. (foto:MS77)

JAKARTA. Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei dalam rangka menyambut Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur tahun 2018.

Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono mengatakan bahwa survei dengan tema “Survei Opini Masyarakat Kalimantan Timur tentang Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur pada Tahun 2018” itu dilakukan demi menjaga dan mengawasi pesta demokrasi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, serta sebagai potret kondisi ekonomi dan sosial di Kalimantan Timur.

“Survei opini publik ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi masyarakat Kalimantan Timur, serta membaca arah pendapat masyarakat terhadap tingkat pengenalan masyarakat, tingkat penerimaan masyarakat, penilaian kemampuan menjadi gubernur dan tingkat keterpilihan terhadap tokoh-tokoh di Kalimantan Timur yang diujikan dalam survei ini, oleh jawaban masyarakat Kalimantan Timur,” jelasnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Sabtu (10/9/2017).

Berdasarkan daftar pemilih tahun 2014 lalu, kata Arifin, setidaknya ada lebih dari 2,5 juta jiwa penduduk Kaltim yang akan mengikuti Pilkada 2018 nanti. Untuk mengetahui opini publik sebanyak itu, maka pihaknya harus melakukan sampling. Adapun metode yang digunakan adalah metode multistage random sampling dengan margin error lebih kurang 2,3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Sehingga didapatkan jumlah responden atau sample sebanyak 1.851 responden,” jelasnya.

Hasilnya, lanjut Arifin, ada 62,4 persen responden menyatakan bahwa mereka sudah pernah mengikuti Pilgub Kaltim lalu, sisanya 37,6 persen menurutnya adalah pemilih pemula.

Responden kemudian ditanyakan soal apakah kondisi ekonomi mereka meningkat, semasa dipimpin Gubernur Kaltim saat ini, Awang Faroek Ishak.

“Didapati sebanyak 1,2 persen dari 1.838 responden mengatakan ekonomi keluarga mereka sangat meningkat dan 15,5 persen meyatakan meningkat. Lalu sebanyak 31,7 persen mengatakan pas-pasan saja ekonomi keluarga mereka. Lalu sebanyak 34,08 persen mengatakan menurun, dan sebanyak 16,7 persen mengatakan sangat menurun,” bebernya.

Kemudian pertanyaan diberikan atas tingkat kepuasan masyarakat atas fasilitas publik di Kaltim. Hasilnya adalah ada 2,9 persen responden mengatakan fasilitas publik di Kaltim sangat baik. 6,1 persen responden di antaranya mengatakan fasilitas publik sudah baik. Kemudian ada 16,7 persen responden mengatakan biasa saja dan 41,9 persen mengatakan fasilitas publik buruk. Dan selebihnya sebanyak 31,7 persen responden mengatakan sangat buruk. Sementara 0,7 persen hasil jawaban kuisioner responden tidak bisa dianalisa.

Kemudian pertanyaan diberikan terkait tingkat ketersediaan lapangan kerja dan usaha di Kalimantan Timur bagi masyarakat dalam lima tahun terakhir. Hasilnyapun, kata Arifin, tak jauh beda. Yakni ada 0,6 persen responden menyatakan sangat banyak lapangan kerja, 17,7 persen mengatakan cukup banyak lapangan kerja dan usaha tersedia. Sedangkan 43,1 persen responden mengatakan biasa saja alias tidak banyak lapangan kerja yang tersedia di Kalimantan Timur. Dan 21,5 persen responden mengaku sangat kesulitan mendapatkan lapangan kerja dan usaha selama lima tahun terakhir.

“Lalu 17,07 persen menyatakan sangat sedikit sekali lapangan kerja dan usaha di Kalimantan Timur dalam lima tahun terakhir,” tandasnya. (Z)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password