Stok Aman, Hewan Kurban 60 Persen dari Luar Daerah

Sapi Kurban di PPU. (foto:hms)

 DETAKKaltim.Com, PENAJAM : Kepala Bidang Peternakan  Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Kalimantan Timur, Arief Murdiyanto mengatakan kebutuhan hewan kurban untuk perayaan hari raya Idul Adha 1438 Hijriah 2017 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, masih aman dan tercukupi.

Untuk mengantisipasi kebutuhan permintaan masyarakat, pemerintah daerah telah menyediakan  500 sampai  600 ekor Sapi kurban dan 100 sampai  200 ekor Kambing,  baik dari petani lokal maupun dari luar PPU seperti Jawa, NTT, NTB maupun Sulawesi.

Menurut Arief Murdiyanto, kebutuhan hewan kurban  tahun 2017 di Kabupaten PPU masih lebih kurang seperti tahun 2016 lalu, yaitu  antara 500-600 ekor Sapi, sehingga pada perayaan Idul Adha tahun ini jumlah yang disiapkan tidak jauh berbeda seperti tahun lalu.

“Tapi kami tetap mengantisipasi dengan melakukan persediaan tambahan jika pada waktunya nanti permintaan meningkat atau belum mencukupi,“ katanya, Rabu (30/8/2017).

Ia  mengatakan, untuk penyediaan hewan kurban ini, pihaknya tetap memperhatikan kualitas hewan kurban yang ada, termasuk kesehatan hewan menjadi utama dijaga sebelum sampai pada pelaksanaan kurban. Tim dari Dinas Pertanian juga telah memeriksa beberapa persyaratan dokumen, kondisi fisik. Di antaranya seperti usia hewan yang sudah dapat dikurbankan termasuk  kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan juga dilakukan dua kali yaitu ketika hewan masih hidup dan sesudah disembelih agar daging yang di konsumsi dijamin sehat.

“Pengawasan hewan kurban ini telah kami lakukan sejak dua minggu lalu, baik di penampungan yang telah disediakan maupun yang telah sampai ke sejumlah masjid, sekolah-sekolah dan sebagainya. Apabila ditemukan cacing hati pada organ daging maka diminta untuk tidak dikonsumsi dan dimusnahkan. Kami juga prioritaskan pemeriksaan terhadap Sapi yang didatangkan dari luar PPU, baik dokumen pengiriman, usia hewan termasuk kesehatan hewan kurban,“ tuturnya.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, saat ini persediaan hewan kurban yang  ada di PPU  sebagian besar masih didatangkan dari luar PPU, dengan estimasi 40 persen asal petani lokal dan 60 persen dari luar daerah. Ini dilakukan menurutnya jika daerah hanya mengandalkan Sapi atau Kambing lokal dikhawatirkan petani lokal akan kehabisan Sapi pejantan.

“Sayang sekali jika peternak kita sampai kehabisan Sapi pejantan, yang pada akhirnya dapat memperlambat proses pengembangbiakkan, dan tentunya dapat merusak keturunan Sapi di tahun-tahun berikutnya. Jadi itu merupakan salah satu alasan kenapa daerah masih lebih besar memenuhi kebutuhan Sapi kurban dari luar PPU seperti NTT, NTB, Jawa Timur, Sulawesi dan sebagainya,“ tandasnya.  (Humas6/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password