Bahas Pangan, Sekda PPU Ikuti Vicon Kapolri dan Menpan

H.Tohar (kanan) saat ikuti viedo confrence. (foto:hms)

DETAKKaltim.Com, PENAJAM : Tohar, Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, ikuti giat Video Conferensi (Vicon) dari  Kapolri bersama  Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Ketua KPPU di ruang Vicon Mapolres Kabupaten PPU, Selasa (1/8/2017).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan agenda  di antaranya pembahasan tentang Inflasi daerah, ketersediaan komunitas utama kebutuhan pokok bagi masyarakat, persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta isu-isu aktual yang berkembang saat ini.

Usai kegiatan itu Tohar mengatakan, inflasi di Kabupaten PPU dan beberapa daerah sekitarnya seperti Balikpapan dan Samarinda, sesungguhnya banyak terjadi ketika daerah sedang menghadapi cuaca ekstrim atau angin kencang seperti saat ini.

Hal itu terjadi, kata Tohar, karena sebagian besar kebutuhan pokok yang ada di beberapa wilayah seperti Kabupaten PPU, Balikpapan dan Samarinda masih didatangkan atau dipasok dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa, penyalurannya sebagian besar menggunakan moda transfortasi kapal laut. Sehingga ketika cuaca ekstrim atau angin kencang seperti saat ini pendistribusian akan terkendala.

“Dengan kondisi seperti saat ini, biasanya akan menjadi kendala bagi pendistribusian kebutuhan daerah kita yang pada akhirnya berdampak pada ketersediaan bagi stok yang ada di pasaran. Kemudian dari aspek kebijakan, kita yang bisa mengambil alih langsung terkait dengan kebijakan nasional tersebut,“ kata Tohar.

Yang biasa dilakukan terhadap cuaca ekstrim seperti saat ini, sebut Tohar, pemerintah daerah hanya bisa menghimbau kepada para suplayer atau distributor besar di daerah agar bisa menjaga ketersediaan stok kebutuhan pangan yang ada. Cuaca ekstrim itu, kata dia, biasanya terjadi pada bulan Juli, Agustus hingga September ini. Ketika musim hujan telah tiba, semua kembali normal seperti biasa.

“Jadi nanti harapan kami Satuan Tugas  yang membidangi masalah pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, bisa saling sinergi dan saling tukar informasi dalam rangka pengendalian itu,“ pungkas Tohar.

Dalam Video Confrence, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan ada banyak komoditas strategis kebutuhan pokok bagi masyarakat  di Indonsia seperti Bawang Merah, Cabai, Kentang dan sebagainya. Namun yang menjadi penyumbang terbesar bagi inflasi dan kemiskinan adalah kebutuhan pokok berupa Beras.

Menurutnya, kebutuhan pokok Beras saat ini menjadi penyumbang inflasi dan kemiskinan di Indonesia hingga 26 persen dari kebutuhan lainnya. Kemudian disusul oleh kebutuhan rokok. Sementara kebutukan lainnya hanya berada pada kisaran 2 hingga 3 persen saja.

“Ada yang membandingkan bahwa kebutuhan  Beras dengan peralatan-peralatan motor atau spare Part motor itu sama sesungguhnya salah. Karena kita walaupun selama sebulan tanpa motorpun kita masih dapat hidup, tetapi jika sebulan tanpa beras apa yang terjadi pada manusia. Tugas kita saat ini bagaimana menekan inflasi yang terjadi,“ jelasnya.

Hadir juga dalam kegiatan ini, Kapolres PPU, AKBP Teddy Ristiawan dan jajarannya serta OPD terkait di lingkungan Pemkab PPU. (Humas6/LVL)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password