1 Hilang 2 Selamat, Kapal Bermuatan Kayu Tenggelam

Seorang personel rescue saat melakukan penyisiran di perairan Tarakan. (foto: Basarnas)

DETAKKaltim.Com, TARAKAN : Kapal bermuatan kayu yang mengangkut tiga orang penumpang terbalik di perairan Pulau Sadau, Karang Harapan, Tarakan Barat, Kaltara, Minggu (30/7/2017) sekitar pukul 01:00 Wita dini hari.

Informasi yang dihimpun mengatakan, kapal motor tersebut hendak berlayar menuju Tarakan dari daerah Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara. Dua orang penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang. Sedangkan satu penumpang lainnya masih dalam pencarian.

“Dugaan sementara terbalik karena ombak tinggi saat berlayar. Dua ABK berhasil menyelamatkan diri dan satu masih hilang belum ditemukan,” jelas Kepala Basarnas Mujiono didampingi Kasi Ops Octavianto, sekitar Pukul 13:00 Wita  siang tadi.

Sekitar pukul 13:28 Wita Tim Basarnas yang menerima laporan dari warga setempat, menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

Octa mengatakan unsur SAR yang terlibat dalam pencarian sejauh ini meliputi Lantamal 13, Satpolair Polres Tarakan, dan warga setempat.

“Kami masih terus melakukan penyisiran dengan menggunakan rubber boat, dengan unsur SAR lain yang terlibat,” jelasnya.

Motoris yang berhasil  menyelamatkan diri diketahui bernama Herman (37), warga Jalan Gajah Mada, Jembatan Bongkok RT 22, Karang Anyar, Pantai Tarakan.

Ia berhasil menyelamatkan diri bersama Ibrahim (44), warga Jalan Yos Sudarso Gang Wakaf, RT 11, Lingkas Ujung, Tarakan.

Sementara korban belum ditemukan dipastikan bernama Nahar, warga Jalan Gajah Mada Karang Anyar Pantai, Tarakan.

Kronologis yang berhasil dihimpun tim Basarnas, perahu bermuatan kayu olahan tenggelam di sekitar lampu hijau dekat perairan Pulau Sadau dikarenakan gelombang besar.

Saat itu Nahar dan Herman  memegang sebuah kayu yang mengapung untuk bertahan dari gelombang. Sedangkan Ibrahim  memegang jeriken minyak dan satu buah kayu untuk mengapung.

Nahar dan Herman kemudian melihat cahaya lampu kapal. Keduanya kompak melepas kayu yang dipegang untuk berenang  menuju cahaya kapal tersebut.

Mendadak  Nahar berteriak kepada Herman “Om saya tidak kuat lagi berenang,”

Secepat kilat, Herman kembali berenang mencari kayu untuk menyelamatkan Nahar, namun gagal. Ia tidak lagi mendengar suara Nahar.

Singkat cerita, Herman terbawa arus sampai ke Pelabuhan SDF Tarakan. Sedangkan, Ibrahim terbawa arus ke kapal depan perairan Bandara.

“Mereka berdua akhirnya ditolong oleh warga setempat,” jelas Kepala Basarnas Kaltimra Mujiono didampingi Kasi Ops Octavianto, sore tadi. (Rsk)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password