Curi Motor Hanya Butuh 1 Menit, ABG Muara Badak Ditangkap

Tersangka ALF di Polda Kaltim. (foto:rsk)

DETAKKaltim.Com, BALIKAPAPAN : Seakan pekerjaan profesional, tidak main-main pelaku curanmor dapat menggondol motor korbannya tak lebih 1 menit jika menggunakan kunci putar, semacam kunci Letter C. Namun bila dalam aksinya kunci tersebut ketinggalan, pelaku tidak habis akal, ia akan membuka bagian depan motor sebelah kanan, dan menyambingkan kabel hingga mesin kendaraan yang jadi targetnya menyala.

Hal ini lah yang dijelaskan ALF (16). Pemuda asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini. Mereka ulang bagaimana caranya mengeksekusi motor curian yang jadi tergetnya. Motor yang jadi incarannya adalah motor jenis matik dengan merk apapun. Sistem pemilihan motorpun, secara acak jika ada kesempatan pelaku akan langsung memulai pekerjaannya.

“Lihat motor, pakai kunci C aja. Dalam waktu 1 menit kurang sudah bisa dinyalakan dan dibawa lari,” katanya.

Biasanya seorang atau lebih kawannya akan berjaga. Aksi tersebut selalu ia lakukan saat malam hari, terlebih untuk motor yang tempat parkirannya sepi dan jauh dari pemilik seperti di jalanan.

Selain melakukan reka ulang menggunakan letter C, ia juga memperlihatkan cara menyambung kabel motor agar mesin menyala. Untuk modus ini dia butuh paling tidak 5 menit. setelah berhasil membawa kabur motor, tanpa menunggu, sudah ada bagian pelaku lain yang menjual motor. Biasanya, ia melakukan pencurian di kota-kota seperti Samarinda, dan menjualnya ke Muara Badak.

ALF menceritakan awal mula ia mengenal dunia kriminal yang menghasilkan uang untuknya tersebut. Ia biasa melakukan curanmor khusus matik karena lebih mudah dalam melakukan pemetikan. Selain itu kebanyakan ‘pelanggan’ yang memesanpun meminta motor matik. Awalnya, ia mengaku diajak salah seorang kawannya pada 2016 akhir silam.

“Pertama 2016, saya langsung diajak dan praktik. Bentar aja udah bisa, soalnya mudah aja. Total ada 8 TKP yang sudah saya eksekusi,” jelasnya Minggu (9/7/2017) siang.

Kawannya yang bertugas menjual bernama Ahmad. Biasanya, per 1 motor ia mendapat uang Rp300 ribu.

“Setahu saya dijual 1 Juta 500 ribu,” kata ABG yang hanya lulus SMP ini.

Sementara Kombespol Hilman, Dir Reskrimsus Polda Kaltim menambahkan, pola rekrutmen pelaku cenderung rapi. Jika salah seorang telah lihai, dia mengajak kawannya.

“Walaupun ada yang tanpa surat lengkap, tapi tidak jarang dari pencurian ini juga ditemui kendaraan dengan surat lengkap. Bagi pemilik kendaraan janganlah sampai meletakkan kendaraan terparkir bersama STNK bahkan BPKB. Sistem mereka sangat tertata di tiap perannya, mulai dari pemetik, pengalih, pengawas, sampai penjualnya masing-masing,” tandasnya. (rsk)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password