Mengenal Bahaya Air Minum Dalam Kemasan

Ilustrasi (foto:1st)

 

MASYARAKAT Indonesia seringkali mengabaikan keamanan pangan yang terdapat pada hal-hal kecil. Sikap yang sering dilakukan adalah meminum Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diletakkan di dalam mobil.

Tahukah anda apabila botol plastik memiliki zat karsinogenik yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui air yang kita konsumsi? Zat karsinogenik yang terdapat pada botol plastik yang mulai menjadi perhatian bagi masyarakat adalah Bisphenol-A atau umum disebut BPA.

BPA dapat terbentuk karena terjadinya proses oksidasi plastik yang disebabkan karena peningkatan suhu yang terjadi pada lingkungan sekitar botol plastik.

BPA merupakan senyawa hidrokarbon yang bersifat larut dalam air sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh pada air yang dikonsumsi. Senyawa BPA yang tidak stabil akan lebih mudah luruh dan larut dalam air apabila dalam suhu yang tinggi, sehingga apabila meletakkan AMDK di dalam mobil yang terpapar sinar matahari akan mempercepat reaksi oksidasi dari botol plastik tersebut.

Kemasan AMDK yang umumnya adalah plastik polyethylene ethylen terephalate yang biasa disebut PET atau PETE merupakan kemasan plastik yang ditujukan hanya untuk sekali pakai. Hal ini ditujukan agar menghindari risiko tubuh menjadi terpapar zat karsinogenik lebih banyak.

Hal mudah yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mencermati penggunaan plastik yang akan dikonsumsi. Plastik yang dapat digunakan sebagai wadah kemasan terdiri atas 5 jenis, antara lain:

  1. PET (polyethylene ethylen terephalate) dengan simbol daur ulang angka 1 yang umum digunakan sebagai kemasan botol plastik dan hanya ditujukan untuk sekali pakai.
  2. HDPE (high density polyethylene) dengan simbol daur ulang angka 2 yang bersifat lebih kuat dan tahan terhadap suhu tinggi, umumnya digunakan pada kemasan air galon, walaupun lebih bersifat kuat namun plastik HDPE juga disarankan untuk sekali pakai
  3. PP (polypropylene) dengan simbol daur ulang angka 5 yang memiliki karakteristik warnanya tidak begitu jernih seperti berawan, jenis plastik ini baik untuk digunakan sebagai wadah tempat makanan ataupun botol minuman sehingga disarankan untuk menggunakan jenis plastik PP
  4. PS (polystyrene) dengan simbol daur ulang angka 6 yang dapat digunakan untuk botol plastik sekali pakai, namun tidak disarankan karena dapat mengeluarkan polimer aromatik yang tidak baik untuk kesehatan tubuh
  5. Other (polycarbonate) dengan simbol daur ulang angka 7 adalah yang paling umum digunakan pada kemasan botol plastik namun memiliki risiko pembentukan senyawa BPA.

Selain itu, disarankan untuk memilih kemasan plastik dengan pencantuman “BPA Free” dan tidak mengonsumsi AMDK yang sudah terpapar sinar matahari sehingga air yang dikonsumsi tidak mengandung BPA. (helentjota@gmail.com)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password