Migas Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Pertemuan Bupati PPU, Yusran Aspar dengan Bupati Siak, Syamsuar. (foto:hms)

   *** Menengok Keberhasilan Kabupaten Siak Dalam Mengelola Migas (Bag. 2 habis)

   *** Sumbang PAD Rp266 Miliar  Per Tahun

Kabupaten Siak melalui PT Bumi Siak Pusako (BSP) memang telah mengukir sejarah dalam Industri pertambangan Migas di Indonesia, yaitu menjadi perusahaan daerah (BUMD) pertama yang diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk mengelola ladang Migas, serta menjadi role model dalam pengembangan kegiatan usaha migas bagi perusahaan daerah lainnya di Iindonesia. Keberhasilan ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten PPU untuk melakukan kerja sama dalam mengelola Migas di daerah.

Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar mengatakan, perjuangan yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten PPU untuk mengambil alih pengelolaan ladang sumur Migas eks Chevron di daerahnya belum selesai. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten PPU juga akan jalin kerja sama dengan Kabupaten Siak terkait pengelolaan Migas di daerah ini.

Kata Yusran Aspar, dipilihnya Kabupaten Siak sebagai mitra kerjasama, karena daerah ini merupakan  salah satu daerah sukses sebagai penghasil dan pengelola Migas, serta memiliki pengalaman lebih dalam hal pengelolaan Migas. Bahkan dari sektor migas mereka telah mampu menyumbang Pandapatan Asli Daerah (PAD) bagi APBD Siak sebesar Rp. 266 miliar pertahun.

“Kabupaten Siak dan PPU memiliki banyak kesamaan. Khususnya kedua daerah ini memiliki sumber-sumber ladang Migas yang jika dikelola akan menjadi nilai plus bagi PAD. Bila Kabupaten Siak mampu melakukan itu, daerah kita PPU pasti bisa. Untuk itu perjuangan kita memang belum selesai. Kabupaten Siak telah menyatakan siap membantu dan bekerjasama dengan PPU,“ terang Yusran Aspar.

Dari data yang disajikan dalam pertemuan Yusran Aspar dengan Bupati Siak, Syamsuar, di Jakarta belum lama ini, tercatat produksi blok CPP di Kabupaten Siak diketahui mencapai 12.855 barel per hari di sepanjang tahun 2016 lalu. Total produksi minyak bumi Blok CPP mencapai 4.715.677 barel selama 2016. Pencapaian ini melibih target lifting rata-rata 12.343 barel per hari.

Walaupun secara year on year, total produksi minyak bumi di wilayah kerja tersebut menurun. Rata-rata produksi pada tahun 2015 mencapai 14.025 barel per hari, meski di periode itu, BOB BSP Pertamina Hulu berhasil melampaui target dari SKK migas 13.170 barel per hari. BOB juga masih mencatatkan keuntungan dalam dua tahun tersebut meski langkah efisiensi diterapkan. Kemudian SKK migas menaikkan target lifting nasional di tahun 2017 ini menjadi 825.000 barrel per hari.

Dari data Pemprov Riau kontribusi sektor industri Migas terhadap PDRB terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. PDRB sektor Migas pada tahun 2011 tercatat 24,73%, terus meningkat pada tahun 2012 mencapai 25,46%, tahun 2013 mencapai 26,57%, tahun 2014 mencapai 27,53% dan tahun 2015 mencapai 28,26%. Tahun ini, diprediksi akan menyentuh 29% meski pemerintah belum merilisinya secara resmi.

Menariknya, dalam kedudukannya sebagai pemegang Production Sharing Contract, PT BSP dipacu tidak hanya meraih keuntungan finansial, namun juga memiliki peran strategis dalam mengelola sumber daya manusia dan potensi lain yang ada di daerah guna mendorong terciptanya kesejahteraan, kemakmuran dan kehidupan di daerah yang lebih baik di masa depan.

“Dalam menjalankan bisnisnya, PT  BSP selalu mengutamakan kerja sama saling menguntungkan dan menerapkan prinsip-prinsip “Good Corporate Governance” tanpa melupakan akar budaya lokal,“ kata Syamsuar.

Wilayah kerja blok CPP tidak hanya berlokasi  di Kabupaten Siak, tetapi juga berada di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Riau. Blok tersebut meliputi areal seluas 9.135.06 Kilometer persegi. Jumlah lapangan minyak yang tersebar di Blok CPP adalah 32 lapangan yang dikelompokan menjadi 3 area, yaitu Zamrus, Pedada dan West Area.

Cadangan minyak blok CPP saat ini sebesar 1800 MMBO, dengan demikian masih terdapat cadangan sisa yang sangat potensial untuk dikembangkan dengan tehnik tingkat lanjut. Mulai Tahun 2011 lalu dilakukan pilot project EOR dengan menggunakan surfactan  diarea pedada dan zamrud. Melalui proyek EOR dan kegiatan-kegiatan lainnya, produksi Bok CPP dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 25.00 BOPD dalam kurun waktu 5 Tahun.

Dalam rangka mendapatkan tambahan cadangan baru, juga dilakukan serangkaian kegiatan eksplorasi di daerah yang secara geologis masih memiliki prosfek. Hasil kegiatan tersebut adalah ditemukannya lapangan minyak Bene Bekasap pada Tahun 2005 dengan potensi cadangan sebesar 4,8 MMBO.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Daerah

Berangkat dari keyakinan bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang penting, PT BSP  memandang pelatihan dan pengembanagan sumber daya manusia sebagai aspek penting dari eksistensi perusahaan. Karena itu BSP terus berupaya melakukan pengembangan sumber daya manusia yang berbasis pada pembentukan karakter unggul dalam kinerja. Sikap maupun prilaku yang menunjang keberlangsungan operasi dan usaha perusahaan.

Pengembangan sunber daya manusia di lingkungan perusahaan difokuskan kepada pembentukan pekerja yang disiplin, profesional, berkomitmen, memiliki integritas yang tinggi dan berorientasi bisnis. Pengembangan sumber daya manusia tersebut dititik beratkan pada peningkatan skill keterampilan, pengetahuan dan sikap yang inplentasinya melalui berbagai training, pelatihan, penugasan dan sebagainya.

“Dalam pelaksanaannya, PT BSP selalu memprioritaskan putra daerah sebagai tenaga kerja di perusahaan tersebut. Mereka diberikan pembekalan diri setiap individu agar benar-benar memiliki kualitas sumber daya manusia yang handal, sesuai dengan bidang dan pekerjaan yang dijalankan, “ tutup Syamsuar. (Humas6/subur priono)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password