Peringati Hari Bumi, Forum Sebumi Sebut Gubernur Hoax

Unjuk rasa aktivis lingkungan pada peringatan hari bumi. (foto:ron)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Puluhan aktivis lingkungan dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Sebumi menggelar aksi unjuk rasa, dalam rangka memperingati hari bumi se-dunia 22 April di depan Convention Hall, GOR Sempaja, Jln KH Wahid Hasyim, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (22/4/2017).

Aksi unjuk rasa dimulai dengan long march dari Kampus Universitas Widya Gama, hingga Convantion Hall. Di depan Convention Hall mereka menyampaikan aspirasi terkait IUP (Izin Usaha Pertambangan) yang tidak juga dicabut oleh Gubernur.

Mereka menyebutkan bahwa gubernur pernah menjanjikan untuk mencabut beberapa IUP perusahaan yang belum berstatus CNC (Clear And Clean). Namun hingga saat ini masih belum terlihat hasilnya.

“Gubernur sudah berjanji akan menutup perusahaan tambang yang belum berstatus CNC, makanya kami menganggap bahwa pernyataan gubernur adalah hoax,” ungkap Nebo, selaku korlap aksi.

Selain itu mereka juga menyesalkan akibat dari izin tambang yang terus dibuat, yang mengakibatkan belasan anak yang menghembuskan nafas terakhirnya di lubang tambang.

“Banyak yang sudah mati di lubang tambang, hal ini harus menjadi perhatian,” tambahnya.

Selain itu, Pradarma Rupang, aktivis Jatam mengungkapkan bahwa janji gubernur untuk melakukan pencabutan IUP sudah diumbar secara terbuka dalam forum resmi. Awalnya gubernur berkomitmen mulai dari tanggal 14 Februari 2017, pertemuan dengan petani Muara Jawa 16 Februari 2017, pertemuan Musrembang RKPD 3 April 2017, agenda coffee morning pada tanggal 10 April 2017 lalu.

“Masyarakat berharap jangan sampai penyampaian secara terbuka ini hanya menjadi janji politik, dan menjadi berita bohong (hoax) karena sampai saat ini tidak ada bukti adanya pencabutan IUP,” tegasnya. (rom)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password