6 Bulan Gaji Mandek, Karyawan Tahan Ponton Kayu PT GSA

Ponton kayu PT GSA ditahan karyawan akibat gaji belum dibayar. (foto:Amran)

DETAKKaltim.Com, PPU : Kurang lebih 50 karyawan PT Greaty Sukses Abadi (GSA) melakukan aksi damai menahan ponton bermuatan kayu produksi sebanyak 1.400 m2 milik PT GSA di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Jum’at (21/4/2017) pagi

“Aksi damai ini dilakukan karena 6 bulan berjalan para karyawan tidak menerima gaji,” sebut Awi, koordinator aksi kepada Wartawan DETAKKaltim.Com di sela-sela aksi.

Polisi berjaga di lokasi aksi damai. (foto:Amran)

Lanjut Alwi, semua karyawan berjumlah 124 orang dibagi dua kategori. Yang pertama di-stand by-kan dengan dibayar 60 persen dari gaji pokok yaitu sekitar Rp1.400.000,-, dan yang kedua kerja seperti biasanya.

Masih menurut Awi, walaupun keluhan para karyawan ini sudah diketahui Disosnaker  Penajam Paser Utara, namun sampai saat ini Dinas yang bersangkutan dinilai para karyawan tidak bisa menyelesaikan persoalan.

“Sampai detik ini belum ada penyelesaian pembayaran upah karyawan,” kata Awi dengan nada kecewa.

Kekesalan para karyawan kepada manajemen PT GSA, karena selama ini pihak perusahaan dinilai tidak punya niat baik untuk membayar gaji karyawan sampai 6 bulan berjalan.

Para karyawan ini berharap dengan aksi damai yang digelar hari ini bisa menyelesaikan keluhan dan tuntutan mereka, pasalnya nilai jual kayu log yang akan dijual perusahaan ke Balikpapan sebanyak 1.400 meter kubik sudah lebih dari cukup untuk membayar gaji mereka selama 6 bulan berjalan.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Penajam melalui Bripka Supriadi menurunkan 4 personel anggota dari Pospol Sotek.

Meski aksi damai yang dimulai sejak sekitar Pukul 08:00 Wita ini berjalan tertib, namun hingga awak media ini meninggalkan lokasi aksi sekitar Pukul 13:00 Wita, belum ada satu orangpun dari manajemen PT GSA menemui karyawan. (Amran)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password