Festival Berlalu, Kawasan Wisata Mangrove PPU Kian Ramai

Wakil Bupati PPU Mustaqim saat pembukaan festival. (foto:hms)

 DETAKKaltim.Com, PENAJAM : Kegiatan Festival Mangrove Seribu Aksi untuk Negeri yang dilaksanakan di kawasan wisata Hutan Mangrove, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, 13-16 April 2017 memang telah berlalu, namun kegiatan yang dibuka Bupati PPU, Yusran Aspar, tersebut dampak positifnya langsung dirasakan.

Lokasi wisata itu tetap bahkan kian ramai dikunjungi pelancong baik lokal maupun luar daerah. Masyarakat sekitar lokasi sebagai pelaku usaha merasa senang dan berterima kasih kepada Pemda.

“Alhamdulillah wisata Mangrove ini sekarang menjadi semakin ramai dikunjungi oleh pengunjung. Masyarakat sekitar lokasi wisata sebagai pelaku usaha juga mengucapkan terima kasih kepada kami, karena sejak pelaksanaan kegiatan festival beberapa hari lalu, usaha dagangan mereka di sekitar lokasi menjadi ramai,“ tutur Ahmat Fitriadi selaku penggagas kegiatan festival ini saat dihubungi, Selasa (18/4/2017).

Festival tersebut, jelas Ahmat, digagas memang diharapkan tidak cukup berhenti sampai disitu. Tetapi dengan adanya kegiatan itu diharapkan berbagai nilai positif akan bermunculan. Di antaranya kawasan wisata ini kian menjadi ramai, yang berimbas langsung pada peningkatan pendapatan bagi masyarakat sekitar tempat wisata.

“Moga-moga kegiatan festival ini menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun di lokasi tersebut. Diharapkan juga melalui kegiatan itu, akan memberikan nilai lebih, khususnya bagi masyarakat di sekitar tempat wisata itu,“ harapnya.

Memang tidak dapat dipungkiri, masih kata Ahmat, bahwa wisata  Hutan Mangrove yang ada di Kabupaten PPU merupakan wisata yang dapat dikatakan langka. Dengan hamparan ribuan Pohon Mangrove, dan berbagai spesies hewan hutan di sana menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.

“Wisata Magrove ini sangat menarik dan memang pertama di PPU bahkan di Kaltim. Di lokasi ini juga pengunjung dapat menikmati keindahan Hutan Magrove yang masih alami, dan berbagai biota alam yang ada di sana seperti Kera Ekor Hitam, Bekantan,  berbagai jenis burung liar, jenis kepiting-kepiting laut dan sebagaianya,“ jelasnya.

Jika pengunjung masih sulit menjumpai Bekantan di lokasi itu, menurut dia, karena hewan tersebut memang cenderung masih takut dengan keramaian  atau kedatangan manusia, sehingga hewan yang kerap berkelompok ini selalu  menjauh dari lokasi tersebut.

“Tetapi dalam momen-momen tertentu pengunjung juga masih dapat melihatnya di lokasi tersebut. Biasanya Bekantan terlihat di lokasi itu pada sore hari ketika keadaan mulai sepi,“ bebernya.

Berita terkait : Bupati PPU Buka Festival Mangrove, Yusran : Cukup Satu Aksi

Untuk memudahkan akses wisatawan, di lokasi wisata tersebut juga telah terbangun bentangan jembatan yang melintasi Hutan Magrove sepanjang 400 meter. Selain itu di lokasi yang sama juga telah terbangun masing-masing dua unit Gazebo dan dua unit Tower sebagai fasilitas wisata di sana.

“Melihat sambutan masyarakat terhadap wisata ini kami sangat berterima kasih dan bangga sekali. Ke depan pembangunan kawasan wisata Magrove di PPU ini diharapkan juga akan menjadi trigger bagi sektor pariwisata lainnya di Kabupaten PPU,“  tandasnya. (Humas6/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password