Suka Duka Menjadi Pengawal Tahanan Kejari Samarinda

Para pengawal tahanan duduk di depan pintu tahanan. (foto:ib)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Tanggung jawab sebagai pengawal tahanan Kejaksaan tidaklah mudah. Ada puluhan bahkan ratusan tahanan setiap harinya harus dikawal dan diawasi, mulai dari proses penjemputan di rumah tahanan (Rutan) hingga proses persidangan selesai di Pengadilan. Setidaknya inilah pekerjaan rutin yang dilakoni Irawansyah selaku Komandan regu (Danru) dan lima orang rekanya. Mereka adalah Hendra, M Rivai, Danu Ari Wibowo, Sumadil dan Adam.

Dalam menjalankan tugas pengawalan setiap hari, mulai Senin sampai Kamis mereka dibantu 2 orang Polisi.

“Setiap pekerjaan pasti ada resikonya mas, tapi semua ini kami lakukan dengan penuh tanggung jawab,” terang Irawansyah saat berbincang dengan Wartawan DETAKKaltim.Com, Senin,(10/4/17) di ruang tahanan Pengadilan Negeri Samarinda.

Menurut Irawansyah yang mulai bekerja sebagai pengawal tahanan tahun 2003 di Bulungan ini mengatakan, pengawalan dan pengamanan tahanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Kejaksaan, mulai dari penjemputan tahanan ke Rutan hingga sampai ke Pengadilan. Sebelum dibawa jumlah tahanan harus dipastikan aman dan para tahanan diwajibkan memakai baju rompi serta diborgol.

“Ya, jumlahnya memang harus kami hitung dulu sesuai daftar absen tahanan yang akan menjalani sidang,” ujarnya.

Suka duka menjadi pengawal tahanan Kejari Samarinda diakuinya memang penuh tantangan dan rintangan. Mereka bisa bernapas dengan lega ketika persidangan cepat selesai dan para tahanan yang mereka kawal ini sudah dikembalikan ke Rutan dengan kondisi aman tanpa ada kekurangan.

Sebaliknya masalah tak terduga akan menimpa mereka ketika ada tahanan kabur. Merekapun harus siap menerima resiko dimarahi atasan bahkan sanksi pemecatan.

“Inilah suka dukanya yang harus kami jalani dengan sabar dan penuh tanggung jawab,” ujar Irawansyah yang mengaku mulai bertugas di Kejari Samarinda tahun 2012.

Hal yang sama juga dirasakan Hendra dan Rivai, bahwa tidak ada pekerjaan yang tidak memiliki resiko. Kendati demikian mereka harus tetap memiliki rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Saat ini mereka mengaku masih kekurangan personil pengawalan tahanan.

“Kami berharap ke depannya bisa ada penambahan personil untuk bisa membantu tugas pengawalan, sehingga hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.(ib)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password