Branding Pesona Indonesia, Irman : Thailand Bisa Kaltim Yakin Bisa

H.Ambo Dalle, Ketua Organda sekaligus pemilik Travel Arrehlah didaulat memukul Bedug tanda usainya Sosialisasi Branding Pesona Indonesia. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sesi terakhir Sosialisasi Branding Pesona Indonesia garapan Dinas Pariwisata Kaltim bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, yang digelar di Hotel Harris Samarinda menghadirkan dua narasumber sekaligus, Kamis (24/3/2017) sore.

Dua narasumber merupakan akademisi, masing-masing Irman Irawan dari Universitas Mulawarman membawakan materi Peluang, Tantangan dan Hambatan Pengembangan Pariwisata Kaltim, dan Ramadhan S Pernyata dari Politeknik Samarinda dengan materi Brand ; Identity dan Visual Storytelling.

Irman Irawan. (foto:LVL)

Dalam paparannya, Irman mengungkapkan sejumlah peluang bagi Pariwisata Kaltim di antaranya Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016, tentang bebas visa kunjungan singkat bagi wisatawan dari 169 negara. Kemudian kecenderungan wisatawan asing berwisata dalam dimensi tradisional  dengan mengunjungi desa-desa yang memiliki keunikan, selain itu keindahan alam yang dimiliki sangat banyak dan beraneka ragam, juga budaya yang khas dan sangat menarik.

Dengan potensi pariwisata Kaltim, Irman menyarankan bagi penggiat dunia pariwisata Kaltim untuk lebih membidik pasar Eropa dan Amerika yang lebih menyukai wisata alam.

Untuk meningkatkan pariwisata Kaltim, Irman menyarankan untuk membuat cluster pariwisata seperti ecotourism (wisata alam) dan wisata budaya. Selain itu publikasi juga sangat diperlukan dan bagaimana mengembalikan mereka yang telah berkunjung untuk datang lagi.

“Untuk membuat mereka kembali perlu ada kontinuitas dalam pemeliharaan infrastrukturnya. Jadi pemerintah perlu memelihara infrastruktur menuju dan yang ada di lokasi,” jelas Irman.

Jika negara Thailand bisa berdiri dengan mengandalkan devisa pariwisatanya, lanjut Irman, maka ia juga yakin Kaltim bisa mengandalkan pariwisata ke depan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah pasca tambang. Karena itu, pemerintah harus memberikan ruang dan waktu untuk bergerak kepada organisasi-organisasi di bidang pariwisata.

“Organisasi yang ada ini sebisa mungkin mereka dibina, dikontrol, diberikan wadah dan sebisa mungkin pemerintah mengundang mereka untuk berdiskusi. Karena merekalah yang akan memahami dan mengetahui apa sesunggungnya kendala di lapangan,” tutur Irman lebih lanjut.

Berita terkait : Majukan Pariwisata Indonesia, Butuh Sinergi Brand dan Branding

Menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan laporan hasil investigai pemerintah terkait keadaan di lapangan karena itu tidak akan cukup.

“Bisa saja apa yang mereka laporkan tidak sama dengan yang dialami komunitas-komunitas ini di lapangan,” tandasnya.  (LVL)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password