KM Mujur Indah Tenggelam, Awak Kapal Selamat

Kamaludin harus dilarikan ke Rumah Sakit karena kondisi kesahatan yang memburuk. (foto:MS77)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sepuluh orang korban yang selamat dari tragedi tenggelamnya kapal barang KM Mujur Indah di perairan Majene, Sulawesi Selatan. Tiba di Pelabuhan Samarinda menggunakan KM Aditya, kesepuluh orang itu langsung mendapatkan perawatan, guna memberikan pertolongan pertama, Senin (20/3/2017) siang.

Para penumpang berhasil diselamatkan oleh kapal penumpang KM Aditya. Para penumpang yang selamat ini telah menempuh perjalanan selama kurang lebih 17 jam. Peristiwa tenggelamnya KM Mujur Indah diduga terjadi akibat cuaca buruk.

ABK KM Mujur Indah selamat. (foto:MS77)

Namun setiba di Pelabuhan Samarinda, pihak Kepolisian serta tim medis yang dibantu para relawan sempat kesulitan saat mengevakuasi korban yang hendak menuruni anak tangga, hal itu dikarenakan banyaknya pekerja buruh yang berdesakan memasuki kapal untuk mengangkut barang-barang penumpang.

Setelah berhasil, satu per satupun dibantu secara perlahan menuju mobil ambulance dan langsung dilarikan ke ruang kesehatan pelabuhan, untuk mendapatkan pertolongan pertama oleh tim medis yang telah disiapkan sebelum kapal KM Aditya tiba di Pelabuhan.

Kamaludin (62), salah seorang anak buah kapal (ABK) terpaksa harus dipegangi oleh beberapa tim medis saat hendak menuruni anak tangga kapal, lantaran kondisi fisik yang tidak baik. Ia juga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, karena tekanan darahnya cukup tinggi serta terlihat sangat syok dan lemas.

Sepuluh orang tersebut  terdiri dari Nahkoda Kapal (Sultan), sedangkan ABK masing masing bernama Hendra, Jamaludin, Ardi, Kamaludin, Herman, Azwar, Rulis, Aris dan Sofiya.  Sembilan korban selamat tiba dalam kondisi baik. Sementara satu korban harus dilarikan ke RS IA Moeis karena mengalami trauma.

Saat ditemui Wartawan DETAKKaltim.Com, Sultan mengatakan, kapal KM Mujur Indah yang berangkat dari Pelabuhan Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Pukul 12 malam membawa muatan sembako. Namun, setelah 12 jam pelayaran, sekitar Pukul 12 Wita siang, kapal berada di perairan Majene, angin kencang bertiup disertai gelombang besar menghantam kapal. Air lautpun masuk ke dalam kapal.

“Angin kencang disertai gelombang besar ada sekitar 3 hingga 4 meter, air masuk dan tidak sempat lagi untuk mengeluarkan pakai pompa, mengapung sekitar 5 sampai 6 jam,” ujar Sultan yang terlihat masih dalam keadaan syok dan lemas.

Kapolsekta Kawasan Pelabuhan(KP3) Samarinda, Kompol Ervin menyatakan jika kondisi kesehatan para korban sudah pulih. Rencananya mereka akan dipulangkan menggunakan KM Aditya menuju Pare-Pare Kamis mendatang.

“Kondisi korban saat ini sehat. Satu orang masih lemas atas nama Kamaruddin. Rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeis. Kita masih dalam tahap perawatan mereka dulu. Nanti setelah itu, baru kita bahas tentang kepulangan mereka,” ujar Kompol Ervin.

Sebelumnya, 10 ABK KM Mujur Indah yang berangkat dari Pelabuhan Pare-Pare, Sulawesi Selatan ditemukan mengapung oleh KM Aditya di tengah Laut Sulawesi. KM Aditya merupakan kapal penumpang dari Pelabuhan Pare-Pare menuju Samarinda, Kaltim. Para korban sempat mengapung beberapa jam sebelum KM Aditya datang memberi pertolongan  sekitar Pukul 17:00 Wita. (MS77)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password