Bupati PPU Tandatangani Kontrak Kerja Kemandirian Pangan Kaltim

Yusran Aspar, Bupati PPU bersiap menandatangani kontrak di hadapan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. (foto:1st)

        **** Target Produksi Padi PPU Tahun 2017, 16 Ribu Ton

 DETAKKaltim.Com, PENAJAM : Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar melakukan penandatanganan kontrak kerja bersama Perintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang dilaksanakan di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan se-Kaltim Tahun 2017 di Gedung Serbaguna Olah Bebaya Komplek Lamin Etam, Selasa (28/2/2017).

Disebutkan dalam kontrak kerja tersebut bahwa, ditargetkan pihak pertama dalam hal ini Kabupaten Kota di Kaltim, termasuk pemerintah Kabupaten PPU menyatakan sanggup untuk mewujudkan target kinerja di tahun 2017 tentang peningkatan produksi Pertanian, Peternakan, perkebunan dan peningkatan produksi Perikanan di masing-masing daerahnya.

Disebutkan juga dalam kontrak kerja tersebut bahwa, pihak kedua dalam hal ini Pemprov Kaltim akan memberikan supervisi yang diperlukan serta  evaluasi akuntabilitas kinerja, terhadap capaian kinerja dari kesepakatan ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.

Bupati PPU Yusran Aspar (tengah) dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan se-Kaltim Tahun 2017. (foto:1st)

Dalam lampiran perjanjian kerja ini disebutkan  bahwa, Kabupaten PPU pada  2017 ini memiliki target produksi Padi sebesar 16.000 ton, sementara produksi Jagung sebesar 4.800 ton, Kedelai 199 ton dan produksi Sapi potong sebanyak 16.638 ekor. Sementara produksi Perkebunan Kelapa Sawit disebutkan sebanyak 1.202.405 juta ton lebih melalui perluasan lahan Perkebunan yang ada di PPU.

Pada kesempatan ini Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam arahannya mengatakan bahwa, Kaltim memiliki potensi lahan untuk usaha pertanian seluas 2.468.328 hektar (ha). Terdiri dari potensi lahan kering seluas 1.846.328 ha dan lahan basah sekitar 622.000 ha. Begitu juga sektor lainnya seperti Perkebunan dan Perikanan di seluruh Kaltim.

Potensi lahan tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung program nasional, guna mencapai kemandirian dan swasembada pangan. Karenanya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menginstruksikan seluruh instansi terkait baik sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan agar  memanfaatkan potensi tersebut secara optimal.

“Potensi lahan yang kita miliki harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan. Demikian pula lahan terlantar maupun eks lahan tambang dan kegiatan usaha lainnya,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, Kaltim merupakan salah satu provinsi yang ditunjuk menyukseskan pencapaian ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Kinerja seluruh sub sektor harus dioptimalkan baik Peternakan, Perikanan dan Pertanian Tanaman Pangan maupun Perkebunan. Namun, ujarnya, program ini tidak akan berhasil tanpa adanya koordinasi yang baik lintas sektor dan lintas daerah yang harus didukung penuh kepala daerah baik Bupati maupun Wali Kota.

“Bupati dan Wali Kota tidak perlu takut untuk melakukan diskresi terhadap lahan-lahan potensial yang perlu dikelola, untuk menyukseskan swasembada pangan,” tegas Awang.

Selain itu, program integrasi perlu digalakkan dalam suatu kawasan dengan beberapa kegiatan usaha pertanian. Misalnya, integrasi Peternakan Sapi di lahan Kebun Sawit ataupun eks lahan tambang termasuk integrasi tanaman Jagung di Perkebunan Kelapa Sawit.

“Koordinasi ini mudah diucapkan tetapi sangat sulit dilaksanakan. Saya perlu komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan terlebih para kepala daerah, untuk bersama-sama menyukseskan swasembada beras dan pangan di daerah,” harap Awang Faroek Ishak.

Usai kegiatan ini saat dikonfirmasi terkait penandatanganan kontrak kerja sama tersebut, Bupati PPU Yusran Aspar mengungkapkan optimis Kabupaten PPU mampu mendukung mewujudkan kemandirian pangan di Kaltim tahun 2017 tersebut.

Ia mengatakan Kabupaten PPU adalah salah satu kabupaten termuda di Kaltim, namun berbagai potensi dimiliki daerah ini. Mulai sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan dan sebagainya. Sangat potensial sehingga diyakini semua itu tentu akan mendukung terwujudnya kemandirian pangan di kaltim, seperti yang di cita-citakan bersama.

“Kami sangat optimis Kabupaten PPU mampu melaksanakan kerja sama dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan di Kaltim ini. Untuk mencapai itu, tentunya berbagai potensi daerah yang ada terus kami dukung, benahi, dan tingkatkan dalam rangka pencapaian  target itu, “ terangnya. (Humas 6/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password