Pelayanan Air Bersih Terus Dibangun di PPU

Water Treatment Plant (WTP) dibangun dari DAK APBN untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga PPU. (foto:hms)

*** Daerah Sulit Air Bersih Diprioritaskan

 DETAKKaltim.Com, PENAJAM : Pemerintah Kabupaten Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya. Salah satu yang dilakukan adalah melalui program air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) yang dibangun di tiga titik di Kecamatan Babulu Tahun 2016 lalu, setelah sebelumnya program air bersih tersebut juga telah di bangun di beberapa desa di kecamatan ini.

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Supardi saat meninjau tiga titik WTP yang berada di Desa Labangka Barat, Babulu Darat dan Desa Rintik Kecamatan Babulu didampingi Bagian Humas Sekretariat Kabupaten PPU. Pembangunan WTP tersebut merupakan bantuan dari pusat melalui Dana Alokasi Kusus (DAK) APBN yang dikekola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Water Treatment Plant (WTP) diharapkan masyarakat segera beroperasi. (foto:hms)

“Pembangunan sumur bor sumber air bersih atau WTP ini telah dilakukan di tiga titik pada tahun 2016 lalu, masing-masing Desa Labangka Barat, Desa Rintik dan Desa  Babulu darat yang merupakan bantuan dari pusat melalui Dana Alokasi Kusus (DAK) APBN. Ketiga WTP ini juga akan segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,“ kata Supardi di sela-sela kunjungannya, Rabu (22/2/2017).

Ia mengatakan, air yang dihasilkan dari masing-masing sumur bor tersebut memiliki kapasitas hingga dua liter per detik. Dengan kapasitas yang ada ini, kata dia, diperkirakan masing-masing WTP mampu memenuhi kebutuhan hingga 200 kepala keluarga di desa tersebut.

“Selanjutnya kita juga masih akan membangun lagi empat WTP di wilayah kecamatan Babulu ini. Kemudian kami juga menargetkan pada tahun 2017 ini akan melaksanakan pembangunan sebanyak tujuh WTP di Kecamatan Sepaku. Target kami adalah diutamakan pada desa-desa atau wilayah di PPU yang memang mengalami kesulitan air bersih dan belum tersentuh oleh jaringan PDAM, “ ujarnya.

Dijelaskan, dari ketiga WTP yang ditinjau tersebut memiliki kedalaman pengeboran lebih dari 150 meter. Kemudian prosesnya masih harus melalui tujuh kali proses penyaringan sebelum sampai pada tahap pendistribusian kepada masyarakat dengan kapasitas 2 liter per detik.

“Masing-masing titik sumur bor ini membutuhkan anggaran mencapai 2,5 Milyar, sehingga total ketiga titik sumur bor ini telah menghabiskan anggaran sebesar 7,5 Milyar yang bersumber dari APBN,“ terangnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, untuk pemasangan sambungan jaringan atau pendistribusian air bersih kepada masyarakat, akan segera melakukan pemasangan pipa menuju lingkungan masyarakat. Namun, lanjut dia, minimnya anggaran yang ada, pelaksanaannya masih dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan daerah.

Saat dikonfirmasi tentang bantuan air bersih ini, sejumlah masyarakat desa tersebut mengungkapkan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten PPU. Sejumlah masyarakat juga berharap air bersih yang ada dapat segera disalurkan kepada masyarakat setempat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada pemerintah daerah atas bantuan ini. Karena selama ini kami memang masih kesulitan untuk memperoleh air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari. Semoga air bersih yang ada dapat segera disalurkan kepada masyarakat,“ ujar Agung. (Humas6/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password