Korem 091/ASN Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW di Korem 091/ASN. (foto: Penrem 091/ASN)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Ratusan Prajurit, PNS dan Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah 2016 Masehi yang digelar di Masjid Miftahul Jannah, dengan mengambil tema “Jadikan Keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai Motivasi Kejuangan Prajurit dan PNS TNI AD, Dalam Melaksanakan Tugas dan Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara“, Rabu (13/12/2016).

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 21 sampai ayat 24 yang dilantunkan oleh Praka Abdul Hamid Kipan B Yonif 611/Awl dengan sari tilawah Kopda Emis anggota Bintal Rem 091/ASN.

KH Muhammad Andi Faezal
KH. Muhammad Andi Faezal. (foto: Penrem 091/ASN)

Dalam sambutan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Makmur Umar S AP MM yang dibacakan Kasrem 091/ASN Kolonel Arh Rikas Hidayatullah menyampaikan, berkenaan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang selalu diperingati setiap tanggal kelahiran beliau yaitu tanggal 12 Rabiul Awwal, bukanlah suatu acara seremonial belaka. Tapi sebuah momen spiritual untuk menjadikan beliau sebagai figur pemimpin umat sampai akhir jaman yang menginspirasi pikiran, hati dan pandangan hidup kaum muslimin.

“Dalam Maulid, kita tidak sedang menggelar sebuah acara, tapi perenungan dan pengisian batin agar ketauladanan Rasulullah SAW betul-betul secara kongkrit tertanam, mengakar, menggerakkan detak-detak jantung dan aliran darah kita. Sebagai seorang muslim yang berakhlakul karimah,”ujarnya.

Penceramah KH Muhammad Andi Faezal, Pimpinan Pondok Pesantren As-Salafi Hidayatullah Islamiyah dalam tausiahnya mengulas sejarah tentang latar belakang kelahiran Rasulullah ditujukan untuk membangkitkan semangat juang, dan cerita-cerita heroik terkait berbagai perang yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

KH Muhammad Andi Faezal menjelaskan juga bahwa, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini sebagai momentum meneladani bagaimana ahlak Nabi Muhamad SAW. Di antaranya kesabaran beliau, bagaimana hidup bermasyarakat, agar kita menjadi orang-orang yang cerdas, santun dan berhasil dengan tidak mengedepankan emosi.

“Rasullulah itu mencontohkan, walaupun beliau itu sebagai imamnya para Ambia Wal Mursaalin, beliau dekat dengan para dhuafa,” paparnya. (Penrem 091/ASN/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password