Desak DPRD Bentuk Pansus Kesehatan Awang, Fajrianur : Bentuk Rasa Sayang

Fajrianur. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kesehatan dari DPRD Kaltim untuk Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mendapat dukungan dari Kelompok Juanda, Senin (12/12/2016).

Dalam jumpa Persnya, kelompok yang terdiri atas mahasiswa dan sejumlah alumni mahasiswa Untag 1945 Samarinda dari Fakultas Hukum (FH) menilai meski secara peraturan perundang-undangan Awang tidak memenuhi syarat untuk mundur, namun karena melihat kondisi fisiknya maka hal itu bisa menjadi dasar untuk memintanya mundur agar bisa istirahat.

“Kalau kita berbicara tentang Undang-Undang Pemda Tahun 2015, beliau tidak terpenuhi. Karena bisa bekerja selama enam bulan berturut-turut,” ungkap Fajrianur Ketua Perhimpunan Alumni FH Untag 1945 Samarinda di Café De’light Juanda.

Kelompok Juanda -LVL
Kelompok Juanda jumpa Pers. (foto: LVL)

Menurutnya, ini bukan lelucon bukan dagelan politik. Ia justru mempertanyakan pihak-pihak yang memaksakan gubernur tetap menjabat dan bekerja dalam kondisi kesehatan dan pemikiran terbatas seperti saat ini.

Meski sudah ada rekomendasi dari tim kesehatan yang dipimpin Dirut Rumah Sakit AW Syahranie yang mengatakan kondisi kesehatan Awang tidak ada masalah, namun Fajrianur menilai perlu ada tim pembanding yang independen terkait hal itu.

“Perbandingan sangat perlu demi keterbukaan,” tegas Fajrianur yang mengaku sangat menyayangi gubernur.

Habil, Ketua Umum PB IKAMI Alumni Untag 45 menambahkan adanya hasil rekomendasi tim kesehatan itulah yang mendorong untuk dibentuknya Pansus Kesehatan Awang dari DPRD Kaltim. Ia cukup meragukan hasil rekomendasi tersebut karena dalam pengamatannya ada beberapa statement gubernur cukup fatal belakangan ini.

Baca juga : Pemilihan Rektor Untag Samarinda, Intervensi Awang Faroek Tuai Reaksi Keras

“Ada beberapa statement Pak Awang hari ini yang cukup fatal, sehingga ketika hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan menimbulkan nantinya suatu saat ada kebijakannya yang tidak pro rakyat. Ini yang kita khawatirkan,” tandas Habil.

Dalam jumpa Pers tersebut, hadir sejumlah Mahasiswa Untag 1945 Samarinda dari FH bersama Habil, Fajrianur, Supardi Baatz, Ketua GMKI Kota Samarinda dan Alumni FH sekaligus mantan BPM Hukum, Hasbullah, mantan Ketua Senat FH, Muhammad Akbar, Ketua BPM Hukum, Angela Pontus, Ketua Senat Mahasiswa FH, dan Abdul Rohim, Ketua Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Samarinda. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password