Komnas Perlindungan Anak Kutuk Aksi Teror Bom Oikumene

Ketua Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait (tengah/foto:Gladis)

DETAKKaltim.Com,SAMARINDA : Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengutuk keras aksi teror yang terjadi di Gereja Oikumene Samarinda Kalimantan Timur.

Menurutnya, aksi teror tersebut merupakan kejahatan yang tidak bisa di tolerir lagi, iapun menyerukan ke seluruh bangsa untuk menghormati hak-hak anak.

“Kami mengutuk keras aksi teror ini, di mana anak-anak yang asyik bermain harus menjadi korban kejahatan kemanusiaan. Ini adalah peristiwa yang tidak boleh terjadi lagi di Samarinda dan Indonesia,” ujar Arist Merdeka Sirait usai mengunjungi korban yang dirawat di Rumah Sakit AW Syahranie Samarinda, Selasa (15/11/2016).

Dalam kunjungannya tersebut, Arist Merdeka Sirait sangat prihatin dengan kondisi korban apa lagi di usia yang masih dini, korban sudah mengalami luka bakar hingga 50 persen. Bahkan saat ini korban mengalami masa kritis hingga 10 hari.

Berita terkait : Intan Olivia, Korban Bom Gereja Oikumene Meninggal

“Saya melihat langsung kondisi anak tadi, dengan luka bakar yang mencapai 50 persen, dan dokter telah menetapkan masa kritis selama 10 hari, ini tentu kejahatan yang luar biasa,” tambahnya.

Iapun berharap agar seluruh masyarakat untuk mendoakan kesembuhan para korban, selain itu ia juga meminta kepada warga Indonesia agar memerangi terorisme, sehingga di kemudian hari tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini. (Gladis)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password