Ekonomi Indonesia, Kemenangan Trump Tidak Perlu Dikhawatirkan

Hendar, Deputi Gubernur Bank Indonesia. (foto:My)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Dalam pasar dunia jika terjadi hal yang di luar perkiraan maka akan menimbulkan suatu reaksi, hal itulah yang terjadi di dunia saat ini.

Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika di luar perkiraan oleh semua pihak. Karena selama ini Hillary Clinton yang dijagokan berpeluang menjadi presiden wanita pertama di Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Hendar, Deputi  Gubernur Bank Indonesia kala berada di Samarinda, Jum’at (11/11/2016), saat dimintai tanggapannya terkait dampak kemenangan Donald Trump  bagi Indonesia.

“Tadinya Donald Trump tidak diperkirakan bisa memenangkan pemilu AS dan menjadi Presiden Amerika, sebab kebanyakan survei-survei condong ke Hillary. Reaksi di market  tersebut bukan hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia mulai dari Eropa, Asia hingga Afrika,“ sebut Hendar.

Diakuinya, memang responnya negatif dalam arti kata agak bergejolak, tapi dari sisi  fundamental tidak perlu ada yang harus dikhawatirkan, karena cadangan devisa Indonesia dinilai lebih dari cukup.

“Terlebih inflasi cukup terkendali yakni sebesar 3,1 persen, termasuk dari sisi neraca pembayaran meski terjadi defisit namun masih di bawah 2, sehingga dari segi fundamental masih cukup bagus,” urainya.

Sehingga menurutnya, tidak perlu panik dengan dampak kemenangan Trump bagi ekonomi Indonesia tersebut.

“Namun dari segi global finance market karena menjadi satu, sehingga  tentu  ada pengaruhnya  satu sama lain,” terangnya.

Dalam konteks tersebut maka BI jika diperlukan, ungkap Hendar, akan mengambil langkah-langkah yang terukur untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

Sedang mengenai kebijakan Trump yang langsung berkaitan dengan Indonesia maka Hendar menyebutkan, jika secara spesifik belum ada.

“Tapi langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Presiden Amerika yang baru tersebut, dari persepsi banyak orang, terlihat memiliki dampak yang kurang menguntungkan bagi margin ekonomi, termasuk Indonesia,” pungkasnya. (*MY)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password