NPC Kaltim : Perasaan Diskriminatif Atlet Paralympic Wajar

Atlet Paralympic Kaltim saat disambut Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. (foto:My)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Menanggapi keluhan dari para atlet Paralympic Kaltim terhadap perlakuan diskriminasi yang dirasakannya, Hadi Prasetianto, Ketua  Nation  Paralympic Committee (NPC) Kaltim, kala dimintai tanggapannya enggan memberikan komentar dengan alasan,  hal  tersebut harus dikoordinasikan dengan pengurus lainnya.

“Tidak bisa saya langsung menanggapi hal tersebut, karena harus dikoordinasikan terlebih dahulu. Yang penting saat ini, kami tetap konsisten pada komitmen awal jajaran NPC Kaltim, “ ujar Hadi, Rabu (2/11/2016) yang membawa 106 atlet Disabilitas Kaltim ke Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV di Bandung Jawa Barat.

Hadi Prasetianto, Ketua  Nation  Paralympic Committee (NPC) Kaltim-My
Hadi Prasetianto. (foto:My)

Namun meski demikian, keluhan diskriminasi yang dirasakan oleh para atlet Paralycmpic dinilai  Hadi adalah hal wajar.

“Keluhan–keluhan dari para atlet tersebut akan kami pelajari secara keseluruhan, baru saya bisa bicarakan dengan pemerintah daerah. Sebab saya tidak mungkin  langsung membicarakan dengan pihak pemerintah daerah,” bebernya.

Sedangkan terkait dengan masalah bonus peraih medali bagi atlet Paralympic, Hadi menuturkan, jika pihaknya sudah membicarakannya dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kaltim.

“Bonus sudah dicover oleh pemerintah daerah, dan Kadispora (Fachruddin Djaprie) sudah menjanjikannya. Dengan besaran  bonus,  tidak ada perbedaan antara  atlet difabel dengan  non difabel,” terangnya.

Pada Papernas XV beberapa waktu lalu, meski diiringi keluhan diskriminasi ternyata tak menyurutkan semangat juang para atlet Paralympic Kaltim. Mereka berhasil meraih peringat  ke-7 atau naik 3 peringkat dari Papernas sebelumnya di peringkat ke-10, prestasi ini  diapresiasi oleh Hadi.

Berita terkait : Sedih, Dina : Jangan Diskriminasikan Kami Atlet Paralympic

“Ini adalah sebuah kebanggaan, hal yang luar biasa di tengah kondisi anggaran seperti ini, tapi kita masih bisa menempati urutan ketujuh. Artinya di luar pulau Jawa, Kaltim masih yang  terbaik,” sebutnya dengan perasaan bangga.

Sedangkan untuk pembinaan dalam rangka mencapai target yang sama di Peparnas di Papua, menurut Hadi, akan dievaluasi terlebih dahulu.

“Baik di dalam internal pengurus maupun terhadap para atlet, akan dievaluasi agar lebih maksimal,” tandasnya. (*MY)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password