Strategi Sejukkan Demo, Kapolres Samarinda Turunkan 30 Polwan Berparas Cantik

Sebagian dari 30 Polwan beraparas cantik diturunkan untuk menyejukkan hati demonstran agar tidak berbuat anarkis. (foto:My)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA :  Dalam aksi damai tuntut adili Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas sangkaan kasus penistaan Al Quran dan ulama, Jum’at (4/11/2016) di Kantor Gubernur Kaltim, penjagaan aparat keamanan cukup ketat.

Sebanyak 750 personil keamanan  baik dari  Polresta  Samarinda, Kodim, Brimob dan Satpol PP Kaltim maupun Satpol PP Samarinda turut ambil bagian pengamanan, urai Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyo Budi Dwi Putro.

Kapolresta
Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Setyo Budi yang dikenal akrab dengan wartawan, memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di sela-sela aksi demo damai. (foto:My)

Aparat keamanan sebanyak itu diturunkan untuk mengamankan jalannya aksi demo damai yang diikuti lebih 1.000 massa, yang menamakan dirinya Forum Masyarakat Cinta Islam (FMCI) Kaltim. Mereka berasal  dari  gabungan berbagai ormas di Kaltim.

“Para pengunjuk rasa melakukan aksi damai, dan menuntut agar Ahok segera diadili,” ungkap Setyo Budi, yang tidak menghawatirkan akan adanya anarkisme pendemo, karena telah melakukan kesepatakan dengan para pengunjuk rasa.

Dalam kesepakatan tersebut ujarnya, demo dimulai usai Shalat Jum’at dan akan berakhir sebelum  Shalat Ashar atau pada Pukul 16:00 WITA.

Namun meski demikian, sebagai antisipasi  adanya  kericuhan  saat demo, maka Polresta  Samarinda juga menurunkan  sebanyak 30 Polisi Wanita (Polwan) dari Polresta Samarinda  yang  berparas menarik, sehingga menyejukkan mata. Keberadaan Polwan ini memang disengaja dihadirkan.

“Mereka para Polwan tersebut akan bertindak sebagai negosiator, jika sekiranya demo akan ricuh. Sehingga yang tadinya pendemo hendak galak, lihat Polwan  jadi turun emosinya, “ jelas Setyo Budi sambil tersenyum mencairkan ketegangan.

Berita terkait : Unjuk Rasa Ummat Islam Samarinda, Minta Polisi Tangkap Ahok

Setyo Budi juga menguraikan, dalam menghadapi demo tersebut agar berlangsung damai, maka pihaknya membuat  trik   dengan menjadikan aksi  tesebut menjadi demo wisata.

“Jika sekiranya ada aksi lagi, maka kami  akan mengikuti  perintah atasan. Akan tetap kami amankan, kita monitor kita galang mereka agar tidak anarkis di kota kita sendiri,”pungkasnya. (*MY)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password