Hindari Yang Palsu, Beli Tiket Masuk Pulau Kumala di Loket Resmi

Lapangan parkir Pulau Kumala. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, TENGGARONG : Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur Taufan Hidayat mengimbau masyarakat maupun calon pengunjung Pulau Kumala Tenggarong, agar membeli karcis masuk pulau wisata tersebut di loket resmi yang sudah disediakan.

“Loket resmi tepat berada di bawah tangga naik Jembatan Repo-Repo menuju Pulau Kumala, jadi jangan beli tiket di tempat lain,” ujarnya, Rabu (26/10/2016).

BPKAD juga akan memasang pengumuman berupa spanduk dan baliho himbauan mengenai lokasi pembelian tiket resmi, termasuk harga tiket dan informasi lainnya.

Wisata Kukar
Pesona Wisata Pulau Kumala Kukar menyita perhatian pengunjung. (foto:LVL)

Hal tersebut menyusul tertangkapnya pengedar karcis palsu, yang sempat diamankan Pihak Kepolisian. Pengedar karcis palsu tersebut, menurut Taufan bukan PNS maupun Honorer dilingkungan BPKAD, melainkan warga sekitar Jembatan Repo-Repo.

Atas kejadian tersebut, Taufan mengatakan akan segera melakukan evaluasi dan pengawasan intensif terhadap mekanisme pengelolaan karcis, termasuk integritas para petugas karcis Pulau Kumala. Untuk diketahui, tiket yang dijual di loket resmi tentu telah diporporasi oleh Dinas Pendapatan Daerah Kukar.

Taufan juga mengatakan, akan segera menindaklanjuti penerapan tiket secara elektronik atau e-ticketting.

“Penggunaan e-ticketting akan kami tindaklanjuti guna mencegah terjadinya hal serupa,” ujarnya.

Sementara, terkait pelaku pengedar karcis palsu yang pernah menyebut kata “atasan” ketika ditanyai pihak berwajib, Taufan meluruskan bahwa atasan yang dimaksud adalah petugas karcis yang bertugas di atas jembatan Repo-Repo.

“Jadi yang disebut pelaku atasan itu adalah petugas karcis yang berada di atas jembatan Repo-Repo, jadi bukan pejabat struktural BPKAD, itu dinyatakan pelaku kepada penyidik,” ujarnya.

Sedangkan tekait pembebasan bersyarat pelaku penjual karcis palsu itu, menurut Taufan hal tersebut atas pertimbangan kemanusiaan.

Selanjutnya, Taufan mengakui bahwa efek padatnya kunjungan wisata ke Pulau Kumala bisa berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

“Ke depan, kami akan melakukan pemberdayaan kepada pemuda atau warga sekitar agar efek meriahnya kunjungan bisa mereka rasakan manfaatnya untuk peningkatan perekonomian mereka,” ujarnya. (HA)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password