Kapolsek Balikpapan Barat : Sepak Bola Sebagai Alat Perangi Narkoba

Kapolsek Kompol I Putu Yasa (kaos merah/foto:Rsk)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Masa kini tindak penyalahgunaan Narkoba bisa terjadi dimana saja. Tindak tegas (Represif) aparat penegak hukum dirasa jauh dari cukup untuk membebaskan generasi muda dari bahaya Narkotika. Perlu upaya pencegahan (Preventif) yang harus dibangun secara aktif dengan melibatkan masyarakat.

Sepertinya halnya yang coba galakkan oleh jajaran Polsek Balikpapan Barat baru-baru ini. Kapolsek Kompol I Putu Yasa meyakini bahwa olahraga sebagai alat memerangi Narkoba. Maka tak heran jika dirinya mewajibkan jajarannya untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan olahraga khususnya di wilayah hukum Balikpapan Barat, yang sebelumnya acap kali dianggap sebagai kawasan “Texas”.

Salah satunya sepak bola. Pihaknya melalui PS Polsek Balikpapan Barat diketahui turut ambil bagian dalam kompetisi sepak bola amatir yang digelar sebagai peringatan Ulang Tahun Pemuda. Kompetisi yang diikuti oleh 20 tim sejak seminggu lalu digelar bertempat di Lapangan Foni, Kelurahan Pandan Sari Balikpapan Barat. Tak ketinggalan, walau tak tampil penuh, Kapolsek yang berusia setengah abad itu turut tampil sebagai penjaga mistar gawang.

“Olahraga ini tujuannya jelas, pemuda kita pasti akan terhindar dari Narkoba,” jelas Putu saat ditemui di sela pertandinga melawan PS Fajar Selection Sabtu 15 Oktober Silam.

Karena tak terlalu berminat dalam sepak bola, wajar saja gawang yang dijaga pria 51 tahun yang gemar Olahraga Basket tersebut harus kebobolan satu gol.

Sementara dalam partai lainnya, menghadapi PS Pandan Sari  berakhir seri 0-0.

“Saya cukup main 15 menit saja saya main takutnya gak kuat nanti, walau kebobolan, yang penting ikut,” jelasnya.

Sementara itu mengenai kasus Narkoba dari catatan media tak sedikit pengungkapan kasus terkait Narkotika jenis Sabu melibatkan Pemuda hingga anak di bawah umur, baik itu pria maupun perempuan. Di Balikpapan Barat sendiri ada tiga titik yang menjadi lokasi favorit pengungkapan petugas anti Narkotika. Meliputi kawasan Pelabuhan ITCI, Kampung Baru Tengah sampai Pelabuhan Speed dan kawasan Gunung Meriam. Pihaknyapun kerap-kucing kucingan dengan para pelaku di sana.

Selain maraknya pengungkapan kasus Sabu, Putu menambahkan perhatian juga tertuju pada kasus penyalahgunaan zat inhalen atau Ngelem. Narkoba yang digadang-gadang lebih berbahaya dibanding Narkoba lainnya, mengingat keberadaanya dapat sangat mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.

“Sekarang yang kami incar ialah penjual lem yang masih menjual ke anak di bawah umur. Kami tidak segan mengulangi teguran dan peringatan keras kepada toko yang masih menjual bebas lem ini,” tegas mantan Kaurbinplan Ditpropam Polda Kaltim tersebut. (Rsk)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password