DPO Polda Jatim Tertangkap di Balikpapan, Kroyok Korban Hingga Tewas

Kelimat tersangka pembunuh Susheri diamankan Polda Kaltim setelah masuk DPO Polda Jatim. (Dok.Polda Kaltim)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) di Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), lima orang diduga begal asal Kediri Jatim berhasil diamankan Tim Opsnal Polda Kaltim di Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan Sabtu (15/10/2016).

Lima orang tersebut adalah Budiono (34), Ridho Kuncoro (26), Andik Wintoro (27), Herianto (30), dan Huda (24).

Mereka diduga melakukan pemukulan pada korbannya hingga meninggal dunia dengan cara dipukul beramai-ramai.

“Jadi kita kroyok, dipukul pakai bambu, kayu, sama tangan. Tapi kita nggak maksud bunuh,” ungkap Huda, salah seorang pelaku.

Pelaku sebenarnya terdiri dari delapan orang, namun tiga orang lain belum diketahui keberadaannya.

Huda menuturkan, mereka awalnya tidak menyangka korban yang bernama Susheri sampai meninggal dunia.

Dari pengakuan para pelaku, awal perkelahian bermula saat mereka sedang menyaksikan pertunjukan jaranan.

“Awal nonton jaranan, lalu senggolan, marah, kelahi akhirnya,” kata dia.

Pelaku enggan mengakui kalau mereka disebut begal, karena memang tidak ada barang korban yang mereka ambil.

“Kita nggak begal, ini murni perkelahian,” lanjutnya.

Para pemuda tersebut merupakan warga Desa Oro-oro, sedangkan korban adalah warga Desa Mojo Duwur.

Kejadian pemukulan diungkapkan pelaku terjadi pada Sabtu (8/10/2016) malam. Hingga esoknya mereka baru mengetahui korban meninggal, dan memutuskan melarikan diri dari desa.

“Kalau saya awalnya sembunyi di sawah lalu ke Tulungagung, sama heri dan Budi. Selanjutnya sempat di Malang, terus Senin ke Terminal Bungurasih Surabaya,” paparnya.

Bertiga setelah dari Bungurasih pelaku menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan menyeberang ke Balikpapan pada Kamis (13/10/2016).

“Sempat dua hari di Pelabuhan,” tambah dia.

Sampai di Balikpapan keesokan harinya, tiga pelaku menginap di kawasan pertigaan Perum Wika. Mereka menumpang di bangunan yang belum jadi, dimana pekerja bangunan tersebut adalah kerabat mereka dari Jawa Timur.

Berniat kembali ke Pulau Jawa pada hari ini Sabtu (15/10/2016), ketiganya bertemu di Bandara SAMS dengan dua pelaku lain. Mendapat informasi dari Polda Jatim, Tim Opsnal Polda Kaltim segera melakukan penyisiran Kota Balikpapan dan meringkus kelima pelaku.

“Berhasil kami tangkap di Bandara Sepinggan hari ini sekitar Pukul 14:05 WITA. Keseluruhan pelaku ada delapan orang, namun yang kami amankan baru lima orang,” papar Dir Reskrim Mum Polda Kaltim, Kombes Pol Winston Tommy Watuliu.

Salah satu pelaku diketahui sempat berada di Samarinda. Namun ia mengaku tidak tahu keberadaan tiga kawannya yang lain.

Saat ini kelima buronan Polres Kediri tersebut dititipkan di Mapolsek Balikpapan Selatan sampai pihak Polda Jatim datang menjemput mereka. Winston juga memaparkan, pengembangan kasus selanjutnya akan dilakukan oleh pihak Polda Jatim.

“Kita tunggu Polda Jatim menjemput, sementara kita titipkan Mapolsek Balikpapan Selatan karena paling dekat aksesnya dari Bandara,” lanjutnya.

Sebelumnya diakui tersangka juga, uang bekal hidup mereka selama di Balikpapan adalah kiriman dari keluarga di Kediri. Namun tidak satupun pelaku memiliki kartu ATM ataupun akun bank.

“Dari pengakuan mereka ini dikirim lewat orang yg mereka tumpangi di kawasan Wika,” pungkasnya.(Rsk)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password