51 Tahun Bank Kaltim, Amiruddin Shahak : Jangan Berharap Banyak

Lobby Bank Kaltim. (foto: My)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Di usianya yang ke 51 tahun, berbagai capaian telah diraih Bank Kaltim. Namun demikian, Bank Kaltim juga tak luput dari berbagai masukan untuk perkembangan di masa depan, terlebih di era persaingan saat  ini.

Salah satunya masukan dari H Amiruddin Shahak, mantan Direktur Pemasaran Bank Kaltim yang saat ini telah pensiun, kala dikonfirmasi Jum’at (14/10/2016).

Dikatakannya, jika Bank Kaltim saat ini sudah agak mirip bank swasta, sehingga jangan terlalu banyak berharap pada dana daerah.

Amiruddin Shahak. (foto:My)
H Amiruddin Shahak. (foto:My)

“Karena dana daerah tersebut harus dibelanjakan dengan cepat, sebab jika uang daerah cepat  dibelanjakan menunjukkan  investasi daerah lebih bagus,” ungkap Amiruddin.

Namun manurutnya, dari sisi bank semakin susah, karena sisa dana yang ada di Bank Kaltim akan  semakin kecil. Dampaknya adalah dana di Bank Kaltim yang bisa dimanfaatkan untuk ikut berpartisipasi  membangun daerah  juga akan berkurang.

Amiruddin juga menerangkan, jika beberapa tahun yang lalu perkiraan semula  proyeksi neraca aset Bank Kaltim akan  mencapai Rp50 trilyun, namun dalam perjalanannya tidak bisa dicapai.

“Dapat mencapai lebih dari 30 trilyun saja itu sudah bagus,” sebutnya.

Banyak faktor menurut Amiruddin yang menjadi kendala, karena dengan kondisi susah saat ini telah mempengaruhi daya beli masyarakat  menjadi  berkurang.

“Terlebih harga batu bara yang turun dan belum  naik seperti semula, juga mengakibatkan  dana yang masuk ke sistem perbankan tidak terlalu banyak. Sehingga peran Bank tidak bisa banyak diharapkan dalam menopang pembangunan, terlebih dana daerah dalam APBD juga mengalami pemotongan,” terang Amiruddin.

Pemotongan dana APBD tersebut, menurut Amiruddin, tidak hanya terjadi di Kaltim,  namun juga diseluruh Indonesia.

“Kondisi ini juga berdampak pada bank-bank daerah, sebab kas daerah berada di Bank Kaltim,” jelas Amiruddin.

Namun meski demikian Amiruddin tetap optimis, peluang Bank Kaltim di dalam menghadapi persaingan perbankan akan tetap ada.

Berita terkait : 51 Tahun Bank Kaltim, Ungguli Bank Lain

“Bank Kaltim telah masuk ke pelosok-pelosok daerah hingga ke perbatasan di mana bank swasta  maupun bank pemerintah tidak bisa masuk,” tuturnya optimis.

Amiruddin juga menjelaskan, jika Bank Kaltim telah melayani  kepentingan keuangan masyarakat di daerah dan di perbatasan,  baik perbatasan  provinsi atau negara lain, semacam Malaysia.

“Bank Kaltim amat berperanan di sana, sehingga masih punya harapan besar untuk berkembang,” pungkas Amiruddin. (*MY)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password