Diduga Sakit, PNS Pemprov Kaltim Meninggal di Kamar Kos

Jenazah Teguh Setiawan. (foto:Rsk)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Jenazah seorang lelaki bernama Teguh Setiawan (33) ditemukan di sebuah rumah kos di Jalan Satu Rt 11 No 68 Kelurahan Gunung Samarinda dalam keadaan terbujur kaku, sekitar Pukul 09:00 WITA, Senin (10/9/2016).

Dari kartu identitasnya, diketahui Teguh merupakan warga asal Tarakan. Belakangan diketahui merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Kaltim.

Saat ditemukan, jenazah Teguh ditemukan dalam keadaan terlentang di sebuah kamar di lantai tiga kos milik Poniran. Dia ditemukan oleh rekan kerjanya, Didi (70) saat tengah mendatangi kamar korban ketika mereka akan berangkat kerja.

“Saat ditemukan korban mengenakan celana panjang berwarna putih dan tidak memakai pakaian dan sudah dalam keadaan meninggal. Saksi lalu memanggil istri pemilik kos yang juga rekan kerja korban untuk menunjukkan keadaan korban,” papar Kapolsek Balikpapan Utara AKP Subari melalui Panit Reskrim Polsek Balikpapan Utara Iptu Subari.

Muntarsih (54), istri dari pemilik indekos sekaligus rekan kerja korban tersebut lantas segera menghubungi Ketua RT setempat, serta pihak Rumah Sakit Umum (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo untuk segera dilarikan ke RSUD.

“Sejauh ini dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban,” lanjut perwira balok dua ini.

Untuk dapat membuka pintu kamar yang sebelumnya terkunci, para saksi sempat akan membobol pintu kamar karena kunci cadangan kamar saat itu belum ditemukan. Namun ternyata akhirnya saksi berhasil masuk ke kamar melalui jendela yang didobrak.

Saat berada di TKP, petugas berhasil mengamankan beberapa barang milik korban, di antaranya sebungkus kondom, sebungkus strongman coffee, 3 butir obat anti biotik, sebungkus coffee mix, sebuah dompet berisi KTP, Sim C, Kartu Pegawai Pemprov TK 1 Kaltim, dan beberapa barang lain, serta sebuah tas pakaian warna coklat berisi pakaian korban. Korban adalah seorang PNS yang baru saja menjalani mutasi kerja dari Tarakan ke Balikpapan sejak akhir Juli.

“Dari pemeriksaan TKP kita juga temukan muntahan Nasi Goreng dan sisa Nasi Goreng,” ujar Subari kemudian.

Menurut pemilik indekos, Poniran, korban baru tinggal di kamar indekos miliknya selama seminggu terakhir. Dari pemeriksaan ponsel korban juga diketahui kalau korban menderita sakit maag dan baru keluar dari Rumah Sakit Tarakan.

Selanjutnya korban yang telah berada di Mortuary RSUD dikirim kepada pihak keluarga di Tarakan. Dari pihak keluarga juga mengatakan untuk tidak bersedia mayat diotopsi, ini karena meninggalnya korban dalam keadaan wajar.

“Karena memang tidak ada tanda kekerasan, maka keluarga korban meminta untuk tidak dilakukan otopsi. Selanjutnya pengiriman korban akan dikoordinasikan dengan pihak kantornya,” pungkas Subari. (Rsk)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password