Miris, Petani Kaltim Alami Penurunan Daya Beli

Hasil kebun petani sampai ke pasar, sayangnya belum memberikan keuntungan. (foto:My)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada 11 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, maka Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kaltim pada bulan September 2016 tercatat sebesar 98,6.

Nilai NTP tersebut belum mencapai angka 100 yang menjadi standar bersar kecilnya kemampuan daya beli petani.

Dengan  NTP masih di bawah 100 menunjukkkan petani  mengalami defisit atau penurunan daya beli.

Kondisi ini  terjadi karena kenaikan penerimaan hasil produktif relatif lebih kecil, dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan rumah tangga petani tersebut.

Hal ini dibeberkan Farishayana, Kabid Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Senin ( 3/10/2016) di Kantor BPS Kaltim.

Farishayana mengatakan secara umum, untuk semua sektor pertanian, masih di bawah indeks  100.

“Indeks di bawah 100 tersebut menunjukkan usaha pertanian petani tersebut belum untung. Dalam artian  petani  tersebut  belum bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” ungkap Yana.

Dengan banyak faktor, menurut Yana, yang mempengaruhi di antaranya karena harga pasar rendah atau produksi yang rendah.

Berita terkait : Ekonomi Kaltim Tumbuh Tapi Melamban

“Termasuk biaya produksi dan biaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga komoditi yang dijual petani, “  pungkas  Yana.

Sedangkan secara nasional, jika dibandingkan dengan NTP Agustus 2016 terjadi peningkatan NTP nasional sebesar 0,45% dari 33 provinsi yang dilaporkan.

Dengan kenaikan tertinggi pada Bulan September 2016 terjadi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 1,50%. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan terbesar adalah Provinsi Lampung yakni sebesar -1,15%.  (*MY)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password