Belajar dari Kasus Amin dan Fira, Disdik Minta Informasi Masyarakat

Kepala Disdik Kukar Wiyono bersama sekretarisnya Yuliandris (berkacamata) serta dari Dinsos Kukar saat menemui Amin dan Fira di kediamannya. (doc Andries Suherdiman)

DETAKKaltim.Com, TENGGARONG : Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur meminta masyarakat apabila mengetahui ada anak putus sekolah di wilayah Kukar, agar segera menginformasikan ke Disdik maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disdik yang ada di Kecamatan.

“Hal tersebut agar kami bisa segera mengembalikan anak putus sekolah tersebut kembali bersekolah,” ujar Sekretaris Disdik Kukar Yuliandris Suherdiman melalui salah satu akun jejaring sosialnya baru-baru ini.

Seperti tindakan cepat yang baru-baru ini dilakukan Disdik kepada Amin Syah Putra (12) dan Fira Rosidah (14), dua kakak beradik ini sempat putus sekolah, kemudian segera ditangani Disdik Kukar.

Setelah mendengar kabar anak putus sekolah tersebut, Kepala Disdik Kukar Wiyono bersama Sekretarisnya Yuiandris, mendatangi rumah Amin dan Fira yang terletak antara Desa Bendang Raya dan Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong, Senin (3/10/2016).

Kakak beradik tersebut dibantu Disdik Kukar bisa melanjutkan sekolah ke SDN 025 Mangkurawang, pasalnya perlengkapan sekolah mereka sudah lengkap demikian juga administrasi di SDN 025 itu.

Disdik juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kukar terkait peningkatan perekonomian orang tua Amin dan Fira.

“Kami hanya membantu dua anak ini supaya bisa sekolah lagi. Sementara kehidupan ekonomi kami koordinasikan ke Dinas Sosial,” ujar Wiyono.

Wiyono juga mengimbau kepada warga, apabila menemui kasus serupa, agar segera melapor ke sekolah terdekat.

“Bila sekolah tidak bisa menerima, kami akan fasilitasi,” ujarnya.

Sementara, Dinsos menyarankan agar Amin dan Fira untuk tinggal di Panti Sosial, agar lebih terjamin kebutuhan pokok sehari-harinya yaitu makan maupun sekolahnya.

Kondisi ekonomi keluarga Amin dan Fira memang serba kekurangan, sehingga bisa mengganggu konsentrasi belajar keduanya.

“Sebaiknya mereka tinggal di panti saja, karena saya lihat langsung kondisi keluarganya sangat kekurangan,” ujar Wiwik Pujiati, yang merupakan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tenggarong mewakili Dinsos Kukar

Selain itu, Dinsos juga akan membantu pembuatan akte kelahiran yang belum dimiliki Amin. (HA)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password