Tepis Kesan “Texas”, Klaim Tiga Sindikat Sabu Terus Terdesak

Kompol I Putu Yasa, Kapolsek Balikpapan Barat. (RSK)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Belakangan, penerapan Undang Undang Peradilan anak pelaku kejahatan yang masih dibawah umur, ditekankan segenap pihak guna  menyelamatkan nasib generasi mendatang.

Beberapa faktor penyebab kenakalan remaja menurut Kapolsek Balikpapan Barat I Putu Yasa  berlatar belakang ekonomi. Namun menjadi atensi khusus, bahwa kini anak di bawah umur juga terlibat kasus Narkotika. Tidak lagi hanya pada kriminal umum biasa seperti Curas, Curanmor Curat ataupun perkelahian.

Pada bulan lalu  kasus Narkotika jenis Sabu turut menyeret anak di bawah umur.

“Benar kemarin yang kita amankan di hotel, NL (16) itu masih bawah umur. Kasus Sabunya dilanjut dan diputus diversi,” terang Kapolsek Balikpapan Barat Kompol I Putu Yasa kepada media ini, Rabu (4/10/2016) sore.

Di luar itu, data Polsek Balikpapan Barat menyebut mayoritas para pelaku penyalahgunaan Narkotika umumnya berusia 30 tahun ke atas. Dominan terdiri dari pria.

Tersangka Erick
Sebuah penangkapan yang dilakukan pihak Kepolisian Balikpapan Utara di rumah kost. (foto:Polsek Balikapapan Utara)

Selain itu, mengenai giat Narkotika pada umumnya di wilayah yang cap “texas”, Putu menegaskan trend peredaran Sabu dipastikan terus menyusut.

“Kami pakai insting, tidak gunakan informan,” jelas Putu.

Sebelumnya, kesan tersebut tak terlepas dari keberadaan sedikitnya tiga sindikat jaringan pengedar Sabu yang terendus sejak belakangan waktu beroperasi di sana. Masing-masing terletak di kawasan Pelabuhan ITCI, Gunung Bugis dan Kampung Baru Tengah. Ketiga kawasan tersebut menjadi lokasi favorit terkait aksi transaksi Narkotika khusunya Sabu.

Khusus Pelabuhan ITCI setidaknya media ini mencatat sebanyak 6 penggerebekan dilakukan jajaran Polsek Balikpapan Barat maupun Polda Kaltim pada awal tahun lalu.

“Kita  terus-menerus tindak, intensitas peredarannya mulai berkurang saya rasa,” jelas Putu.

Di kedua tempat lainnya tak sekali dua kali Polisi melakukan penindakan dan penangkapan. Namun minim bukti.

“Sejauh ini masih minim alat bukti. Kebanyakan pengguna yang kami amankan sejauh ini. Jelas kami tetap lanjutkan proses hukumnya bagi mereka yang tertangkap,” terangnya.

Mengenai hal ini, Putu tak menampik soal keberadaan tiga sindikat pengedar Narkotika di wilayah hukumnya. Untuk menyiasati gencarnya tipu muslihat pengedar, pihaknya berencana memperkuat ujung tombak yakni Unit Reskrim atau biasa dikenal sebagain Unit Buru Sergap.

“Kemarin ada 11 (anggota) yang bisa masuk gabung. Khusus di ITCI belakangan dari hasil penelusuran anggota kami, kawasan yang biasanya dijadikan lokasi transaksi kini sudah bersih. Saya jamin itu,” terang Kapolsek.

Dia melanjutkan, pihaknya tetap melakukan pengejaran terhadap para terduga pengedar Sabu tersebut. Dari proses investigasi terbaru, tiga titik yang menjadi sasaran empuk dan potensial marak akan peredaran Narkotika, tersebar di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kilometer 4, Gunung Pipa, Kecamatan Balikpapan Utara dan satu titik di daerah Klandasan Balikpapan Kota.

Disinyalir, titik-titik tersebut menjadi kawasan pelarian para sindikat tersebut untuk  mengedar.

“Kami tetap monitor, minimal setiap tindakan yang kami lakukan bisa berjalan optimal. Pun dengan alat bukti guna menjerat mereka (pengedar),” jelas mantan Kaurbinplan Ditpropam Polda Kaltim ini.

Putu juga berharap untuk memutus jaringan Narkotika khususnya jenis Sabu perlu sinergitas erat. Dimulai dari tingkat terbawah, yakni Rukun Tetangga. Pasalnya,  kebanyakan pengguna menghisap Sabu cenderung melancarkan aksinya di rumah pribadi, meski ada juga di hotel.

“Yang jelas semua karena kelalaian dan tanpa pengawasan,” tandasnya.

Terhadap pengguna Narkoba di kalangan anak di bawah umur, Putu berharap orang tua jangan terlalu sibuk berkerja sehingga tidak melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. (RSK)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password