Atasi Defisit Anggaran Kaltim, TTP Pegawai Dipotong

Said Faturahman. (foto:My)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Akibat penurunan target pendapatan pada saat penyusunan APBD  Kaltim 2016  yang direncanakan lebih dari Rp11 trilyun, namun ternyata  mengalami penurunan Rp3 trilyun, menyebabkan semua  rencana belanja  harus di koreksi, ditunda atau dihapus.

Hal itu diungkapkan Said Faturahman, Asisten IV Bidang Administrasi Umum Sekprov Kaltim  yang ditemui di ruangannya, Rabu (28/9/2016).

Said Faturahman mengatakan, untuk menghapus Rp3 trilyun belanja agar sesuai dengan pendapatan bukanlah  perkara yang mudah.

Lebih lanjut dijelaskannya, setelah dicoba untuk menghapus beberapa kegiatan fisik SKPD, termasuk  proyek  infrastruktur, serta proyek multiyears senilai Rp300 milyar, ternyata masih belum bisa menutupi  defisit anggaran  Rp193 milyar.

“Kita sudah buntu, sudah banyak yang dihapus ternyata masih ada kelebihan belanja 190 milyar,” ungkap Faturahman.

Sehingga dicoba lagi menghentikan kegiatan–kegiatan fisik hanya sampai  75%, artinya progres pembangunan hanya sampai di titik 75% akan distop dan dibayar, ternyata belum juga menutupi kekukarangan dana yang tersedia.

“Menghadapi kebuntuan ini, tiada lagi jalan keluar. Akhirnya tim anggaran Pemerintah Provinsi  sampai pada keputusan akan mengusulkan ke DPRD Kaltim, untuk mengurangi anggaran belanja Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) para pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah,” beber Faturahman.

Faturahman juga menjelaskan jika  pemotongan  akan dilakukan pada TTP untuk  bulan Oktober sampai Desember,  dengan total anggaran  kurang lebih Rp111 milyar.

“Pemotongan TTP yang akan dilakukan yakni sebesar 50% atau sekitar 55 milyar,  yang  akan digunakan untuk menutupi kekurangan defisit anggaran APBD Kaltim 2016,“ pungkas  Faturahman. (*MY)

 

 

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password