“Membaca Purnama”, Ungkapan Keresahan Seniman Tenggarong

Pementasan "Membaca Purnama" di Ladang Budaya (Ladaya) (foto:en)

DETAKKaltim.Com, TENGGARONG : Yayasan Lanjong Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur mempersembahkan pementasan teater bertajuk Membaca Purnama di Ladang Budaya (Ladaya), Tenggarong, awal pekan tadi.

Direktur Yayasan Lanjong, Ab Asmaradana mengatakan, Membaca Purnama merupakan keinginan dari Yayasan Lanjong untuk mengapresiasi beberapa karya seni pertunjukkan seperti tari, musik dan teater. Karya yang ditampilkan kemudian menjadi bahan diskusi di antara para seniman.

Menurut pria yang akrab disapa Abuy ini, pementasan tersebut bertepatan dengan munculnya Bulan Purnama dan digelar untuk pertama kalinya, pementasan serupa direncanakan akan berlanjut pada Purnama berikutnya.

“Rencananya sih 3 bulan sekali, dengan harapan kita bisa saling bersilaturrahmi, karena itu yang paling penting bagi sesama seniman di Kutai Kartanegara ini, dimana kita bisa saling membaca karya, dan menerima masukkan dari semuanya,” tuturnya.

Dikatakan Abuy, apa yang ditampilkan para seniman pada saat munculnya Purnama kali ini, menggambarkan kegelisahan atau keresahan yang diapresiasikan dalam bentuk karya seni.

“Tadi ada salah satu seniman yang mengungkapkan keresahannya saat hasil hutan Kalimantan dibawa ke Jakarta, di mana kegelisahan itu diekspresikan dalam pembacaan puisi,” jelasnya.

Yang menarik ujar pria yang juga mengajar sebagai Dosen Ilmu Filsafat ini, dalam pementasan Membaca Purnama juga tampil mereka yang justru bukan dari kalangan seniman.

“Ternyata semua orang punya intuisi, semua orang bisa berkarya kalau itu ditekuni,” tegasnya.

Abuy pun berpesan kepada seniman-seniman muda agar terus berkarya dan belajar.

“Untuk seniman muda terus berkarya, jam terbangnya terus ditingkatkan di waktu yang berbeda,” tutupnya.

Menurut Abuy, meski pementasan berlangsung di halaman Ladaya, namun animo pecinta seni yang hadir cukup antusias.

“Nanti kalau apresiasinya bagus kita coba pindah ke amphi teater,” ucapnya.

Sementara untuk seniman yang terlibat, lanjutnya, ada Teater Swara Bontang, Teater Mahibe dan FIB (Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Negeri Mulawarman (Unmul) Samarinda.

“Ada juga dari beberapa sanggar seni di Samarinda, kemudian teman-teman seniman di Tenggarong, mahasiswa ISBI dan dari Yayasan Lanjong sendiri,” bebernya.  (en/HA)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password