5 ABK TB Charles Masih Disandera, Deadline Penyandera 20 September

Elona bersama beberapa kerabat menemui Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. (foto:Gladis)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Keluarga Anak Buah Kapal (ABK) TB Charles yang masih disandera kelompok sipil bersenjata Abu Sayyaf di Philipina mendatangi rumah jabatan Wali Kota Samarinda, Jum’at (16/9/2016).

Kedatangan keluarga ABK ini untuk menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar para ABK yang masih disandera segera dibebaskan sebelum 20 September 2016.

Elona, istri Robin Piter serta Abdul Muis ayah Kapten Fery Arifin juga ikut dalam pertemuan tertutup tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, para keluarga korban menyampaikan ke Wali Kota Samarinda agar Pemerintah Kota Samarinda segera mendesak pemerintah pusat serta pihak perusahaan, untuk secepatnya membebaskan para ABK yang disandera sebelum jatuh tempo tanggal 20 September. Mereka semakin khawatir dengan kondisi ABK yang telah memasuki hari ke 96.

“Alhamdulillah Pak Wali Kota mengikuti terus perkembangan kasus ini, mudah-mudahan sebelum tanggal 20 para ABK sudah dibebaskan. Pak Wali Kota juga bilang dan berpesan agar kita selalu ikut apa yang diarahkan Negara,” ujar Amirullah, Koordinator Asosiasi Pergerakan Pelaut Indonesia.

Sementara itu Elona, istri ABK Robin Piter mengatakan, saat ini dirinya tetap berkomunikasi dengan suaminya. Bahkan suaminya berpesan agar ia selalu berdo’a dan tetap tabah menjaga anak-anak dengan baik.

“Alhamdulillah komunikasi terakhir suami sehat aja, namun saya selalu mencemaskannya. Suami berpesan agar saya selalu berdo’a dan ia berharap agar saya tabah dalam menjalani masalah ini,” ujar Elona usai menggelar pertemuan dengan Wali Kota Samarinda.

Berita terkait : 5 ABK TB Charles Masih Disandera, 2 Dibebaskan Atau Kabur?

Terkait deadline (batas waktu) yang diberikan oleh kelompok separatis di perairan Philipina, Elona hanya bisa berharap kepada pemerintah, dan ia tetap optimis jika pemerintah bisa membebaskan suaminya.

“Saya tetap optimis jika pemerintah bisa membebaskan para sandera sebelum 20 September, pemerintah tentunya tidak akan membiarkan saja warganya,” tandasnya.

Hingga kini masih ada 5 orang ABK TB Charles yang disandera di wilayah Philipina, setelah 2 orang lainnya masing-masing Sofyan dan Ismail berhasil melepaskan diri dari cengkeraman para penyandera Rabu (17/8/2016) lalu. (Gladis)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password