Ada Yang Kesurupan, Serunya Panjat Pinang di Pulau Kumala

Tak hanya pria, panjat Pinang di Tenggarong juga diikuti wanita. (foto:HA)

DETAKKaltim.Com, TENGGARONG : Sejak Pukul 14:30 WITA, warga mulai berdatangan ke tanah lapang di sebelah arena Off Road Pulau Kumala Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Minggu (14/8/2016).

Meski gerimis, tak menyurutkan orang-orang untuk menyaksikan acara panjat Pinang massal guna memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 71 Republik Indonesia tahun ini.

Tak hanya warga, wisatawan yang berkeliling di Pulau Kumala juga tampak singgah menyaksikan panjat Pinang massal tersebut.

Bukan sekedar menonton, ada juga sekelompok warga yang langsung mendaftar untuk ikut serta mengambil peruntungan mengikuti panjat Pinang yang merupakan permainan khas memeriahkan kemerdekaan Indonesia tersebut.

Tak hanya kelompok pria dewasa, wanita juga diberi kesempatan untuk memanjat Pohon Pinang beroles pelicin yang biasa diebut “gemuk” sebagai rintangan untuk  mencapai puncak batang Pinang yang telah disiapkan nomor aneka hadiah.

Dengan kerjasama yang baik untuk saling menopang agar sampai kepuncak Pohon Pinang, ditambah sedikit perjuangan dengan kekuatan fisik, akhirnya satu-persatu kelompok pemanjat berhasil menurunkan hadiah.

Ketua panitia panjat pinang massal Fida Hurasani dalam laporannya mengatakan, Pohon Pinang lengkap dengan hadiahnya merupakan hasil partisipasi dari 9 instansi pemerintahan di Kukar, ditambah tiga pohon dari Bank Kaltim Cabang Tenggarong, BNI, dan BPR Bepede Tenggarong.  9 Intansi tersebut yaitu, Dispora, BKD, Setkab Kukar, Disperindagkop, Babapemas Pemdes, Dishub, Bina Marga, Cipta Karya, serta Dinas Kelautan dan Perikanan

“Seluruhnya ada 12 batang Pinang lengkap dengan hadiahnya, yang diikuti 23 kelompok pemanjat, termasuk 2 kelompok wanita,” ujar Kepala Satpol PP Kukar tersebut.

Sementara Staf Ahli Bidang Pembangunan Setkab Kukar Wicaksono Soebagio saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, panjat Pinang merupakan salah satu kegiatan yang memupuk persatuan, sehingga perlu dilestarikan.

“Bukan sekedar permainan, tapi di dalamnya terdapat nilai perjuangan, kebersaman dan persatuan, serta semangat mencapai tujuan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wicaksono mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kedamaian, keamanan dan ketertiban agar situasi kondusif terus terjaga.

“Menjaga situasi kondusif dan menjadikan diri bermanfaat bagi lingkungan merupakan suatu cara mengisi kemerdekaan ini,” demikian ujarnya.

Panjat pinang dengan metode satu pohon untuk 2 kelompok pemanjat berjumlah 5-6 orang itu, berakhir sekitar Pukul 15:00 WITA. Selama kegiatan itu berjalan, penonton tampak tersenyum sesekali tertawa melihat usaha peserta panjat Pinang yang tak mudah untuk sampai ke puncak pohon berhadiah, bahkan ada satu peserta yang hilang kesadaran diri karena kesurupan. Penonton juga bertepuk tangan dan berteriak-teriak untuk menyemangati pemanjat supaya berhasil meraih hadiah.

Nor Aida, salah satu penonton mengatakan terhibur dengan kegiatan itu, karena dilaksanakan secara massal dengan banyak Pohon Pinang. (HA)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password