ABK TB Charles Masih Disandera, Menkopolhukam Bikin Keluarga Korban Lega 

Elona, istri Robin Piter. (foto:Gladis)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA :  Keluarga Anak Buah Kapal (ABK) Tug Boat (TB) Charles kembali ke Samarinda, Kalimantan Timur dengan perasaan sedikit lega. Sebelumnya mereka berangkat ke Jakarta untuk mendesak pemerintah agar segera membebaskan ABK TB Charles yang sudah 45 hari disandera kelompok pemberontak di Philipina.

Meski belum mendapatkan kepastian dari pemerintah tentang kapan pembebasannya, namun setelah bertemu Menkopolhukam Wiranto, mereka percayakan sepenuhnya ke pemerintah untuk dapat membebaskan keluarga mereka.

“Kalau kelegaan sepenuhnya sih kalau mereka sudah kembali pulang, tapi setidaknya saat ini kami percayakan kepada pemerintah untuk bekerja semaksimalnya sampai pembebasan. Apalagi sekarang sudah ada komunikasi baik antara pemerintah, perusahaan dan keluarga,” ujar Elona, istri Robin Piter salah seorang ABK TB Charles yang menjadi korban penyanderaan.

Lanjut Elona, selama tiga hari berada di Jakarta tujuan mereka ingin bertemu Presiden Joko Widodo, namun mereka hanya dipertemukan dengan Menkopolhukam Wiranto. Meski tidak bertemu dengan Presiden namun Elona mengaku sedikit tenang, karena pemerintah berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk membebaskan para ABK dengan selamat.

“Setelah mendengar penjelasan dari Bapak Wiranto, kami sedikit tenang. Mudah-mudahan keluarga kami cepat pulang dengan selamat. Dulu kan kami hanya mendengar keterangan dari pihak perusahaan, sekarang kami dengar langsung dari pemerintah, makanya kami sedikit tenang sekarang,” tambah Elona di kediamannya, Sabtu (6/8/2016) siang kepada Wartawan DETAKKaltim.Com.

Sebelumnya, pada 26 Juli lalu kelompok Al Habsyi Misaya yang merupakan salah satu faksi kelompok Abu Sayyaf sempat mengancam akan membunuh Empat dari Tujuh ABK TB Charles yang mereka sandera di perairan Laut Sulu Philipina Selatan. Ancaman  tersebut diterima oleh salah satu keluarga korban penyanderaan Dian Megawati Ahmad, melalui telepon dan pesan singkat (SMS).

Berita terkait : 7 ABK TB Charles Positif Disandera Kelompok Bersenjata Philipina

Dalam telepon dan SMS tersebut kelompok penyandera meminta agar perusahaan maupun Pemerintah Indonesia segera menebus Empat dari Tujuh ABK yang mereka sandera, pasalnya jika tebusan yang diminta sebesar 250 juta Peso atau sekitar Rp69 miliyar  itu tidak diberikan secepatnya, maka mereka tak segan-segan membunuh satu per satu ABK TB Charles yang mereka sandera, Ismail, Robin Piter, Sofyan dan Nasir. (Gladis)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password