Perginya Sang Pejuang Otda, Pak Kaning Menyerah Setelah 4 Hari Kritis

Jenazah Syaukani saat dikeluarkan dari Rumah Sakit Umum AW Syahranie diangkat oleh kerabatnya, sementara Rita Widyasari terlihat di bagian belakang mengiringi. (foto:Ahmad)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Innalillahi Wainnailaihi rajiun. Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali.

Syaukani Hasan Rais atau yang akrab disapa Pak Kaning akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (27/7/2016) pada Pukul 16:26 WITA di ruang ICU Paviliun RS AW Syahranie Samarinda, Kalimantan Timur.

Rangkulan Syaukani.
Rangkulan Syaukani kepada Pimred DETAKKaltim.Com saat masih memimpin Tabloid Gema Suara Daerah saat menjenguk di Polda Metro Jaya. (foto:Dok.Pribadi)

Syaukani meninggal pada usia 67 tahun setelah melawan penyakit komplikasinya selama 7 tahun dan mengalami situasi kritis pada 4 hari terakhir. Anak sekaligus Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari yang selalu berada disamping sang ayah pun terlihat sangat terpukul. Rita terlihat terisak dan tak mampu memberi keterangan apa pun kepada awak media yang menantinya saat mengantar jenazah sang ayah ke mobil jenazah.

Namun sebelum wafatnya Pak Kaning, Rita sempat berbincang-bincang kepada wartawan dengan menerangkan bahwa alat pernapasan yang sejak hari Minggu terpasang di tubuh ayahnya, terpaksa diganti dengan alat manual karena kondisi yang kian kritis.

“Bapak kritis, kata dokter Bapak kurang baik respon terhadap alat pernapasan. Sepertinya alat pernapasannya tidak berfungsi,” jelas Rita.

Sejak masuk ke ruang ICU Syaukani memang sangat bergantung pada alat pernapasan dengan tingkat ketergantungan sebesar 80 persen.

Satu jam setengah pasca pergantian alat pernapasan, Syaukani akhirnya menyerah dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Wafatnya Syaukani tentu menjadi duka tersendiri bagi Kaltim karena jasanya sebagai tokoh perintis otonomi daerah (Otda). Bahkan sosoknya sempat mejadi fenomenal saat mengancam pemerintah membawa Kukar keluar Indonesia jika tidak diberi otonomi daerah.

Karya monumental lain yang ditinggalkan Syaukani adalah Jembatan Kukar, Pulau Kumala, Tim Mitra Kukar, Jalan Poros Tenggarong-Samarinda dan masih banyak lagi, termasuk Zona Bebas Pekerja Anak. Selamat jalan Pak Kaning, Rest In Peace. (Ahmad)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password