Ketika Lapangan Bola Jadi Lapang Sapi, MR : Sangat Disayangkan

Lapangan Sepak Bola Kusuma Jaya Malinau. (foto:Fen)

DETAKKaltim.Com, MALINAU : Lapangan Sepak Bola Kusuma Jaya yang berada di Jalan GOR Malinau Kota tidak lagi terlihat sebagai tempat sarana olahraga, tetapi kini lebih terlihat sebagai lapangan ternak sapi.

Lapangan yang mestinya menjadi sarana pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) utamanya di kalangan pemuda yang mencintai olahraga bola, kini kondisinya memprihatinkan karena tidak terawat, bahkan telah berubah fungsi sebagai tempat melepas ternak Sapi.

MR, seorang warga Malinau sangat menyayangkan kondisi lapangan tersebut karena tidak mendapat perhatian sebagai tempat sarana olahraga yang baik.

“Sangat disayangkan kondisi lapangan ini menjadi tempat Sapi, kan ini bisa dimanfaatkan bagi pemuda sebagai tempat olahraga,” tuturnya kepada Wartawan DETAKKaltim.Com seraya memperhatikan sejumlah Sapi di lapang tersebut, Jum’at (22/7/2016).

Menurutnya, salah satu faktor yang dapat mengurangi pengaruh dari dampak negatif seperti Narkoba, Miras dan pergaulan bebas utamanya di kalangan pemuda adalah olahraga Sepak Bola.

“Lapangan Bola yang ada di wilayah ini sangat perlu perhatian pemerintah untuk kegiatan yang positif. Tidak hanya pada hari besar saja dapat dimanfaatkan seperti di Bulan Agustus. Tempat ajang pertandingan bola dan kegiatan sekolah lainnya dari setiap RT dan desa yang terdekat,” sebutnya.

Diketahui penduduk terbesar dari desa yang ada di Kabupaten Malinau adalah Desa Malinau Kota, pemudanya perlu mendapatkan dukungan untuk menggalakkan kegiatan olahraga seperti Sepak Bola, Volly, Tenis Meja, dan lainnya.

Menanggapi sorotan masyarakat tersebut, Kepala Desa Malinau Kota Saparudin mengatakan, pihaknya berupaya melakukan pemanfaatan Lapangan Bola yang telah ada ini. Namun saat ini menurutnya, kebutuhan tersebut perlu mendapatkan persetujuan untuk mengalokasikan dana perawatan sarana lapangan olahraga.

“Kalau kita melihat kondisi yang ada di lapangan itu perlu adanya pembenahan yang selama ini tidak terpelihara, dan ke depan itu nanti supaya ada petugasnya nanti untuk bisa merawat, memelihara. Dan ini masih masuk wilayah desa kita dan kami akan memikirkan itu,” tandas Saparudin. (fen)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password