Segera Bebaskan Sandera dari Cengkraman Abu Sayyaf, Abraham Ingan : Berikan Powerful TNI untuk Bertindak Tegas

Abraham Ingan, Ketua Gepak Kaltim. (foto:MS44)

DETAK Kaltim.com SAMARINDA : Ketua Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kaltim Abraham Ingan angkat bicara masalah penyanderaan 7 orang Anak Buah Kapal (ABK) TB Charles, dari Perusahaan Pelayaran PT Rusianto Bersaudara di Philipina oleh kelompok Abu Sayyaf, Rabu (13/7/2016) siang.

Belum adanya perkembangan terkait pembebasan ABK asal Samarinda Kalimantan Timur yang disandera sejak 20 Juni 2016 lalu, membuat Abraham Ingan geram terhadap pemerintah yang dinilai lamban menangani masalah tersebut.

Kepada Wartawan DETAKKaltim.Com, Abraham Ingan yang ditemui di kediamannya di Samarinda sebelum menghadiri serah terima jabatan Panglima Daerah VI Mulawarman di Balikpapan, mempertanyakan upaya pemerintah dalam membebaskan sandera.

“Sudah empat kali Warga Negara Indonesia diculik oleh Abu Sayyaf, mana tindak tegas dari pemerintah yang seharusnya melindungi warganya,” kata Abraham dengan nada tinggi.

Abraham Ingan meminta pemerintah supaya tidak melakukan kompromi dengan kelompok Abu Sayyaf dengan membayar uang tebusan, karena itu bisa menjadi pemasukan bagi mereka untuk membiayai teroris internasional untuk menghancurkan Indonesia.

“Jangan mau bernegosiasi terhadap penculik, ini saatnya Indonesia buktikan kepada dunia kalau Tentara Negara Indonesia bisa membebaskan. Jadi tidak ada lagi Warga Indonesia yang diculik oleh kelompok Abu Sayyaf,” tegas Abraham Ingan.

Berita terkait : Pemerintah Akui Ada WNI Disandera di Philipina, Keluarga Lega

Manta anggota Polisi yang mengundurkan diri ini juga menegaskan, kalau pemerintah tidak bisa melindungi dan membebaskan warganya, supaya diserahkan kepada Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kaltim.

“Apa bila dibutuhkan, kami siap membantu,” tandasnya. (MS44)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password