Mantan PSK Kembali ‘Berjualan’, Ini Kata Khofifah

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah. (foto:Ahmad)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sudah bukan rahasia lagi, memberantas praktik prostitusi ibarat memancing di air keruh. Sekeras apa pun usaha menutup praktik ini, tidak akan membuahkan hasil yang signifikan.

Jauh sebelum ditutupnya secara resmi lokalisasi dan lokasi prostitusi di Kaltim Rabu (1/6/2016) lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yakni Dolly, sudah diberangus lebih dahulu. Sukses kah? Jawabannya tentu abu-abu. Meski secara kasat mata Dolly sudah tutup, namun ‘alumni’ Dolly nyatanya kembali menjajakan jasa ‘kenikmatan’ baik di Surabaya maupun di luar daerah.

Kasus yang sama dikhawatirkan akan kembali terulang pasca ditutupnya praktik prostitusi di Kaltim. Para mantan PSK ditakutkan akan kembali terjun ke dunia yang sama pasca dipensiundinikan. Mengenai hal ini, Mensos RI Khofifah Indar Parawansa belum mau banyak bicara.

Satu hal yang pasti yakni pemerintah sudah berusaha sekuat tenaga untuk menutup praktik prostitusi dan sudah berbaik ahti memulangkan PSK ke daerah asal, dan tak sedikit yang diberi bekal untuk mengasah keterampilan lain. Sisanya, Khofifah meminta peran serta masyarakat.

Berita terkait : Mensos : Jangan Ke Bayur Lagi Ya

“Kepada masyarakat, kami harapkan turut berperan serta untuk mewujudkan program Indonesia Tanpa PSK ini. Kami sudah mengembalikan mereka (PSK, red) ke masyarakat jadi tolong diawasi agar mereka tidak kembali menjadi PSK,” ujarnya.

Bagi Khofifah, tanpa peran masyarakat akan sulit memberantas praktik prostitusi di Indonesia.

“Saya sudah lama bergelut dengan dunia ini sejak masih di Komisi XIII DPR, sebenarnya sangat sedikit yang menikmati pekerjaan ini. Jadi apa bila lingkungan sekitar mendukung, pasti saudari-saudari kita ini akan kembali ke jalan yang benar,” tandas Khofifah. (Ahmad)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password