Dijaga Ketat Polisi, Kantor Syahbandar Samarinda Dikepung Demonstran

Orator Pergerakan Pelaut Indonesia Samarinda Kalimantan Timur menyampaikan tuntutannya di depan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Samarinda. (foto:MS44)

DETAKKaltim.com  SAMARINDA :  Ratusan massa Pergerakan Pelaut Indonesia Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (26/5/2016) siang melakukan aksi demo di depan kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Samarinda di Jalan Yos sudarso Samarinda Ilir.

Dalam tuntutannya, massa yang mengggunakan ikat kepala warna putih bertuliskan pelaut, mereka meminta kepada pemerintah untuk ratifikasi Marine labor Convention (MLC) 2006, meminta kepada pemerintah untuk menertibkan birokrasi Kelautan. Meminta kepada Kapolri dan Kapolda serta Panglima TNI dan Kodam untuk menindak oknum aparat dan ormas yang sering meminta pungutan liar/jatah berupa bahan bakar minyak dan uang.

Selain itu, mereka juga menuntut agar mengkaji gaji Upah Minimum Regional (UMR) Pelaut sesuai PP No 7 Tahun 2000 Pasal 22 dan 23 tentang Kepelautan. Dan meminta pelaksanaan Perjanjian Kerja Laut (PKL) dilaksanakan sesuai peraturan berlaku, yang harus dilakukan di depan Syahbandar Samarinda.

Menanggapi aksi para demonstran ini, akhirnya beberapa perwakilan Pergerakan Pelaut Indonesia Samarinda Kalimantan Timur dipanggil untuk melakukan pertemuan yang dihadiri Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Kompol Ervin Suryatna, Perwakilan Syahbandar serta instansi pemerintahan terkait, untuk mencari jalan keluar tuntutan mereka.

Aksi demonstran
Aksi ratusan demonstran mendapat perhatian serius dari aparat Kepolisian. Mereka berjanji akan kembali pada hari Senin (30/5/2016)  menyampaikan tuntutannya dengan massa yang lebih besar. (foto:MS44)

Dari pantauan Wartawan DETAKKaltim.Com di lokasi, tuntutan Pergerakan Pelaut Indonesia Samarinda belum dapat dipenuhi karena Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Samarinda tidak ada di tempat.

Koordinator aksi menjelaskan bahwa tuntutan aksi mereka untuk saat ini belum ada hasil, mereka harus menunggu datangnya Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Samarinda. Namun jika nanti tuntutannya tidak dipenuhi maka akan membawa massa yang lebih banyak lagi.

“Kita masih menunggu Kepala Syahbandar Samarinda sampai hari Senin, namun kalau tuntutan kita tidak dipenuhi maka kami akan membawa massa yang lebih banyak,” ungkap Jipasaribu.

Massa akhirnya membubarkan diri setelah 3 jam lamanya melakukan orasi di bawah penjagaan ketat aparat Kepolisian. Sembari menunggu kedatangan Kepala Syahbandar hari Senin dan berharap tuntutan mereka segera di penuhi. (MS44)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password